Dua Tahun Kepemimpinan H. Irwan Sabri bersama Hermanus, Begini Progres 17 Arah Baru Perubahan

Asrullah RT • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 21:47 WIB
ENERGI BARU : Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri dan Wakil Bupati Nunukan, Hermanus bersama Ketua DPRD Nunukan, Hj. Rahma Leppa saat pemotongan tumpeng perayaan HUT Ke-27 Nunukan. ASRULLAH/RADAR TARAKAN
ENERGI BARU : Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri dan Wakil Bupati Nunukan, Hermanus bersama Ketua DPRD Nunukan, Hj. Rahma Leppa saat pemotongan tumpeng perayaan HUT ke-27 Nunukan. ASRULLAH/RADAR TARAKAN

NUNUKAN - Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri dan Wakil Bupati Nunukan, Hermanus menyampaikan progres  17 Arah Baru Perubahan saat Rapat Paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan, Senin (12/10) di ruang rapat Paripurna DPRD Nunukan. 

Pertama, pada bidang penyediaan air bersih, di tahun 2026 program pengelolaan dan pengembangan SPAM di targetkan 5 unit, optimalisasi SPAM jaringan perpipaan 2 paket dan optimalisasi SPAM bukan jaringan perpipaan sebanyak 2 paket. 
Selain itu terdapat kegiatan untuk mempertahankan ketersediaan air baku dengan melakukan pemeliharaan embung/waduk. Pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk pembebasan embung lapri.

Di bidang penyediaan energi listrik, pada tahun 2026 pembangunan PLTS komunal akan dilaksanakan di  kelompok Desa Panas Kecamatan Lumbis Pansiangan dam Kelompok Desa Tanjung Pasir Kecamatan Krayan Tengah melalui kerjasama Kementerian ESDM dan Dinas ESDM Provinsi Kaltara.  

"Selain itu telah dilakukan grid extension atau penambahan jaringan distribusi listrik di 8 kecamatan yaitu Desa Cinglat dan Desa Pa’padi Kecamatan Krayan, Desa Bulan-bulan Kecamatan Lumbis, Kelurahan Nunukan Selatan, Kecamatan Nunukan Selatan, Desa Bambangan dan Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat, Desa Bukit Harapan Kecamatan Sebatik Tengah, Desa Samaenre Semaja Kecamatan Seimenggaris, Desa Tembalang Kecamatan Tulin Onsoi dan Desa Labang Kecamatan Lumbis Pansiangan. 

"Program ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik berbasis energi terbarukan di wilayah Kabupaten Nunukan," harapnya. 

Selanjutnya, untuk program pembangunan 100 kilometer jalan tani per tahun, pada tahun 2026 ditargetkan 151 paket yang tersebar di 16 kecamatan.
Terkait dengan pembangunan jalan 50 kilometer yang menghubungkan kecamatan dan desa, di tahun 2026 ditargetkan pembangunan jalan baru 6,5 kilometer, rehabilitasi jalan 4 kilometer, pemeliharaan jalan rutin 19 kilometer, dan rekonstruksi jalan 18,4 kilometer.

"Sementara untuk program pengadaan 1 kecamatan 1 unit alat berat, di tahun 2026 ditargetkan 3 unit," singkatnya. 

Kemudian, program 200 rumah layak huni per tahun dengan anggaran 25 juta rupiah per unit. pada tahun 2026 ditargetkan 122 unit melalui anggaran APBD, sebanyak 200 unit dari APBN, dan 714 unit dari program kerja sama Badan Nasional Pengelola  Perbatasan dengan Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Perumahan dam Kawasan Pemukiman.

Program seragam sekolah untuk siswa SD dan SMP Negeri dan swasta, dapat kami sampaikan bahwa tahun 2026 telah didistribusikan seragam merah putih untuk SD mulai kelas 1 sampai dengan kelas 6 sebanyak 21.680 siswa penerima manfaat dan seragam putih biru untuk SMP kelas 7 sampai kelas 9 sebanyak 10.213 siswa penerima.

"Program penyediaan 1.000 beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa, untuk tahun 2026 ditargetkan 1.011 orang penerima beasiswa dan akan terealisasi pada triwulan IV tahun 2026," rincinya. 

Dan program 1 sekolah 1 unit starlink bagi daerah yang tidak terjangkau internet, tahun 2026 dianggarkan pengadaan starlink khusus SMP sebanyak 19 SMP yang masih blankspot.

Sementara, prioritas 10 untuk menguatkan fungsi dan Manajemen RSUD Nunukan dan Rumah Sakit Pratama. Prioritas 11 memastikan pemenuhan tenaga medis dan dokter spesialis di setiap rumah sakit, pada kegiatan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya tenaga dokter spesialis, serta pemenuhan sarana dan prasarana layanan kesehatan secara bertahap.

Pemkab Nunukan telah melaksanakan proses rekrutmen tenaga dokter secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Realisasi yang dicapai adalah sebanyak 11 orang dokter spesialis yang ditempatkan pada RS Pratama Sebuku dan RS Pratama Sebatik. 

Untuk RS pratama krayan pemenuhan tenaga dokter spesialis sedang diusulkan kepada Kementerian Kesehatan sembari dipersiapkan sarana dan prasarana pendukungnya.

Upaya penguatan manajemen rumah sakit juga dilakukan melalui pemenuhan sarana dan prasarana secara bertahap dalam rangka peningkatan mutu pelayanan RS Pratama Sebuku dan RS Pratama Sebatik menjadi Rumah Sakit Tipe D. 

"Selanjutnya, Kementerian Kesehatan telah menunjuk Rumah Sakit Rujukan Nasional Kelas A Dokter Kariadi Semarang untuk mendampingi RSUD Kabupaten Nunukan dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola rumah sakit dan penguatan layanan kesehatan di wilayah perbatasan," bebernya. 
    
Pada program pemberian bantuan bibit, pupuk, serta alat mekanisasi pertanian secara gratis. program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Nunukan. 

Tahun 2026 pemberian bantuan sedang berprogres di dinas ketahanan pangan, program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas produksi pertanian serta mendorong penggunaan teknologi pertanian yang lebih modern. 

"Ke depan, pemerintah daerah akan terus memperluas cakupan bantuan serta meningkatkan kualitas intervensi guna mendukung kemandirian dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan," tegasnya. 

Program pengembangan kampung pertanian hortikultura dan palawija berbasis kewilayahan, tahun 2026 sedang berprogres pemberian bantuan bibit cabe, bantuan bibit jagung, bantuan bibit tomat dan bantuan cangkul.

"Terakhir, program satu desa satu program unggulan berbasis potensi lokal melalui penguatan bumdes, di tahun 2026 dilakukan pembinaan dan pemberdayaan bum desa dan lembaga kerja antar desa yang berlokasi di Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan. Dengan program unggulan ini diharapkan terjadi perubahan paradigma dari desa konsumtif menjadi desa produktif menuju desa mandiri," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
nunukan HUT nunukan