NUNUKAN - Politeknik Negeri Nunukan (PNN) diharapkan terus berkembang menjadi pusat pendidikan vokasi yang mampu melahirkan sumber daya manusia terampil dan siap bersaing di dunia kerja, khususnya di wilayah perbatasan.
Dukungan itu disampaikan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri saat peringatan Dies Natalis ke-6 PNN yang dirangkaikan dengan peluncuran maskot resmi kampus, Jumat (9/10).
Menurutnya, keberadaan PNN bukan sekadar memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menyiapkan generasi muda perbatasan yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
"PNN memiliki peran strategis dalam menyediakan pendidikan vokasi berkualitas bagi generasi muda Nunukan tanpa harus keluar daerah. Karena itu, pengembangan PNN perlu terus didukung melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan mitra industri," ucap H. Irwan Sabri.
Saat peringatan Dies Natalis ke-6 PNN peluncuran maskot resmi PNN juga diharapkan menjadi identitas kebanggaan kampus yang mencerminkan kearifan lokal perbatasan, semangat inovasi, serta karakter mahasiswa yang adaptif dan mampu menjadi solusi bagi pembangunan daerah.
"Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan PNN, termasuk dalam pengembangan kurikulum berbasis potensi daerah, program magang di organisasi perangkat daerah (OPD), serta peningkatan peluang penyerapan lulusan," jelasnya.
Ia berharap, momentum Dies Natalis ke-6 ini, PNN semakin berkembang menjadi pusat unggulan pendidikan vokasi di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
"Sekaligus berkontribusi nyata dalam mewujudkan sumber daya manusia Nunukan yang berkualitas dan berdaya saing," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT