NUNUKAN - Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) mempercepat pembangunan konektivitas di kawasan perbatasan Kalimantan Utara. Tak tanggung-tanggung, BNPP menargetkan ruas jalan yang menghubungkan Malinau, Nunukan, hingga Krayan dapat diselesaikan pada akhir 2028.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam peninjauan titik nol rencana pembangunan jalan lingkar Krayan dan ruas Krayan-Malinau yang dilakukan Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI Nurdin dan Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP RI Edi Nurhabad didampingi Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang dan Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri pada Rabu, (7/10).
Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Nurdin mengatakan, percepatan pembangunan konektivitas menjadi salah satu perhatian utama dalam kunjungan tersebut.
“Tadi kami hadir melihat langsung titik nol rencana pembangunan jalan lingkar Krayan dan juga jalan Krayan-Malinau sebagai bagian dari jalan sejajar perbatasan. Bapak Menteri Dalam Negeri berharap supaya jalan ini bisa selesai di akhir tahun 2028,” ujar Nurdin dikutip dari BNPP RI.
Menurutnya, pembangunan ruas jalan Malinau-Nunukan-Krayan diarahkan untuk mendukung keterhubungan kawasan perbatasan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pusat-pusat pelayanan dan aktivitas ekonomi.
Selain meninjau rencana pembangunan jalan, BNPP RI juga mengunjungi lokasi rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Midang. Nurdin menjelaskan, pembangunan PLBN tersebut merupakan salah satu program prioritas nasional yang telah memperoleh persetujuan Presiden untuk dituntaskan.
"Di samping itu, kami tadi berkunjung ke lokasi rencana pembangunan PLBN Long Midang, di mana PLBN ini juga menjadi salah satu program prioritas nasional yang sudah disetujui oleh Bapak Presiden untuk kita tuntaskan pembangunannya," katanya.
Sementara itu, Edi Nurhabad menegaskan pembangunan jalan Malinau-Nunukan-Krayan akan disusun dengan target yang terukur agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam kurun waktu 2027 hingga 2028. "Untuk tindak lanjut masalah jalan, kita akan rencanakan di 2027 sampai 2028 harus finish," tegas Edi.
Adapun target pembangunan akan dibagi berdasarkan termin dan capaian berkala. Ia menyebut, target pembangunan pada 2027 akan diarahkan mencapai sekitar 50 persen dari keseluruhan sasaran dan menjadi pijakan untuk menyelesaikan pekerjaan pada 2028.
"Kalau dihitung-hitungan dua tahun, kan berarti tahun 2027 harus 50 persen dari seluruh sasaran yang harus dibangun untuk mencapai Malinau, Nunukan, sampai ke Krayan," katanya.
Ia menilai pembangunan konektivitas tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat di kawasan perbatasan. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, akses jalan menjadi salah satu kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat.
"Tadi saya lihat memang sangat diharapkan masyarakat dan merupakan prioritas sasaran karena itu ditunggu-tunggu oleh masyarakat," ungkapnya.
Untuk memastikan target berjalan sesuai rencana, BNPP RI akan memperkuat koordinasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terkait. Langkah percepatan juga disiapkan agar pekerjaan dapat segera dimulai sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Percepatan pembangunan jalan Malinau-Nunukan-Krayan dan rencana pembangunan PLBN Long Midang menjadi bagian dari upaya BNPP RI untuk meningkatkan konektivitas serta pelayanan di kawasan perbatasan Kalimantan Utara.
"Kami akan kerja keras setelah ini, menghubungkan satu sama lain yang terkait, melakukan terobosan-terobosan dan percepatan-percepatan, action. Kalau bisa, di akhir-akhir sisa waktu tahun ini sudah mulai," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT