Doa Bersama Lintas Agama Buka Perayaan HUT ke-27 Nunukan 

Asrullah RT • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 20:19 WIB
KEBERAGAMAN : Perayaan HUT Ke-27 Nunukan tidak hanya dirayakan dengan pesta budaya, tetapi kita awali dengan rasa syukur dan doa lintas agama.
KEBERAGAMAN : Perayaan HUT Ke-27 Nunukan tidak hanya dirayakan dengan pesta budaya, tetapi kita awali dengan rasa syukur dan doa lintas agama. 

NUNUKAN - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan tahun 2026 dimulai pada Jumat (2/10) malam. Melalui Paras Fest 2026 lokasi perayaan HUT difokuskan di Ruang Terbuka Publik dan Paras Perbatasan. Berbeda dari perayaan sebelumnya, rangkaian pembukaan diawali dengan penampilan tari tradisional dan doa bersama lintas agama. 

Momentum ini menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Nunukan selama 27 tahun yang dinilai terus tumbuh sebagai daerah perbatasan sekaligus beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembukaan Paras Fest 2026 secara resmi ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang.

Ketua Panitia Paras Fest 2026 yang juga Plt. Sekretaris Daerah Nunukan, Raden Iwan Setiawan mengatakan, Paras Fest menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan. Menurutnya, panitia telah menyiapkan berbagai agenda yang akan berlangsung selama 12 hari, terhitung sejak 2 Oktober 2026.

"Rangkaian kegiatan tersebut dikemas untuk melibatkan masyarakat sekaligus mengangkat potensi budaya, ekonomi kreatif dan produk unggulan daerah serta olahraga tradisional," ucap Raden Iwan Setiawan. 

Sementara itu, Bupati Nunukan Irwan Sabri menegaskan bahwa usia 27 tahun merupakan fase penting bagi sebuah daerah. “Usia 27 tahun kalau manusia adalah usia produktif, usia berkarya dan usia yang penuh dengan energi baru. Maka di usia 27 ini, Nunukan harus semakin menunjukkan jati dirinya sebagai beranda NKRI yang berbudaya dan berdaya saing,” jelasnya.

Menurutnya, perayaan HUT Ke-27 tahun ini sengaja dikemas dengan nuansa berbeda. Paras Fest tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan kekayaan budaya, tetapi juga diawali dengan doa sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Malam ini perayaan HUT Kabupaten Nunukan kita buat berbeda. Tidak hanya kita rayakan dengan pesta budaya, tetapi kita awali dengan rasa syukur dan doa. Jika Paras Fest adalah wujud syukur kita atas kekayaan budaya, maka malam ini doa bersama adalah wujud syukur kita kepada Sang Pencipta Allah SWT yang telah menjaga Nunukan selama 27 tahun tetap aman, rukun dan damai,” katanya.

Menurutnya, keberagaman masyarakat Nunukan merupakan kekuatan yang harus terus dirawat. Karena itu, momentum HUT ke-27 diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Palliwang mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan sebagai momentum untuk mempererat persatuan. Ia mengingatkan agar berbagai perbedaan yang ada tidak menjadi penghalang dalam membangun daerah. 

“Mari kita rapatkan barisan, membuang segala perbedaan-perbedaan dan menyatukan langkah,” ajaknya.

Zainal menegaskan, Pemerintah Provinsi Kaltara akan terus hadir dan membangun kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mendorong pembangunan daerah.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan terus hadir dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk mewujudkan Benuanta yang makmur dan berkelanjutan,” tutupnya.

Semarak pembukaan Paras Fest 2026 semakin terasa dengan penampilan artis Haddad Alwi yang menghibur masyarakat. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
nunukan HUT nunukan