Abrasi Berkurang, Breakwater di Sebatik Mulai Redam Gelombang

Asrullah RT • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:41 WIB
PENGAMANAN : Pembangunan breakwater atau pemecah gelombang membantu warga pesisir atas gelombang.
PENGAMANAN : Pembangunan breakwater atau pemecah gelombang membantu warga pesisir atas gelombang. 

NUNUKAN - Pembangunan breakwater atau pemecah gelombang di sejumlah kawasan pesisir Pulau Sebatik mulai dirasakan manfaatnya. Itu dibuktikan dengan berkurang hantaman gelombang yang selama ini langsung menerjang garis pantai Pulau Sebatik. 

Kepala Desa Padaidi, Abigurdi mengatakan, dampak hadirnya breakwater mulai dirasakan masyarakat. Warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar garis pantai menilai keberadaan pengamanan pantai membantu meredam gelombang yang selama mengancam abrasi.

"Bagi masyarakat pesisir, breakwater bukan sekadar bangunan konstruksi. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan permukiman, aktivitas nelayan hingga ruang ekonomi warga yang bergantung pada kawasan laut," ucap Kepala Desa Padaidi, Abigurdi, Jumat (2/19). 

Senada yang disampaikan Kepala Desa Tanjung Karang, Faizal yang menegaskan bahwa pengamanan pantai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat pesisir. Selain meredam hantaman gelombang, keberadaan breakwater diharapkan mampu membantu mempertahankan kawasan pantai yang selama ini menjadi bagian dari ruang hidup warga.

Baginya, pembangunan pengamanan pantai memiliki arti penting bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir. Sebab, tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi abrasi, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada kawasan laut.

"Karena bagi nelayan, kondisi pesisir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kawasan pantai yang lebih terlindungi diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat," jelasnya. 

Baginya, persoalan abrasi di Pulau Sebatik sendiri tidak sebatas perubahan garis pantai. Karena itu, jika tidak ditangani, abrasi dapat berdampak terhadap permukiman, fasilitas masyarakat, aktivitas ekonomi hingga ruang hidup warga pesisir.

Kondisi tersebut menjadi semakin penting karena Sebatik merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang berhadapan langsung dengan negara tetangga. Dengan pengamanan pantai tidak hanya berkaitan dengan perlindungan masyarakat dan kawasan pesisir, tetapi juga menyangkut keberadaan ruang wilayah Indonesia di kawasan perbatasan.

Harapan serupa disampaikan warga Sebatik, Abigurdi, di mana adanya infrastruktur yang telah dibangun dapat terus dijaga sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Sebab, bagi warga pesisir, pantai bukan sekadar batas antara daratan dan laut.

"Di Sebatik, pengamanan pantai juga memiliki konteks yang lebih luas. Pulau tersebut bukan hanya ruang hidup masyarakat pesisir, tetapi juga bagian dari kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia," pesannya. 

Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor bersama Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pekerjaan pembangunan pengamanan pantai. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana, ketentuan teknis dan target yang telah ditetapkan.

PPK Sungai dan Pantai SNPT PJSA Kalimantan V Provinsi Kalimantan Utara, Hengky Irawan Ahmad Yani menegaskan, pemantauan terhadap pelaksanaan pekerjaan di kawasan pesisir Sebatik juga sebagai evaluasi dan merupakan bagian dari pengendalian pekerjaan agar pelaksanaan pembangunan tetap berjalan sesuai ketentuan.

“Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan,” kata Hengky.

Menurutnya, pembangunan pengamanan pantai di Pulau Sebatik merupakan bagian dari upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir, khususnya dalam menghadapi tekanan gelombang dan potensi abrasi.

Ia menegaskan, pelaksanaan pekerjaan tetap menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi perlindungan kawasan pesisir Sebatik.

Meski manfaat pembangunan mulai dirasakan, masyarakat berharap perhatian terhadap pesisir Sebatik tidak berhenti setelah pekerjaan konstruksi selesai. "Pemeliharaan, pengawasan dan evaluasi secara berkala dinilai tetap diperlukan untuk memastikan fungsi pengamanan pantai tetap optimal menghadapi dinamika gelombang dan perubahan kondisi pesisir," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
breakwater pemecah gelombang abrasi nunukan sebatik