NUNUKAN - Intervensi harga kebutuhan pokok terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Itu dibuktikan melalui pasar murah yang digelar di dua wilayah yakni Kecamatan Tulin Onsoi dan Kecamatan Sembakung Atulai.
Seksi Sosial Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat (Sosek Kesra), Sarlena mengatakan, pasar murah yang digelar melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan merupakan upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
"Pasar murah digelar di Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi, Selasa (29/9), kemudian berlanjut di lingkungan Kantor Camat Sembakung Atulai, Rabu (30/9)," ucap Sarlena, Rabu (30/9).
Dijelaskan, antusiasme masyarakat menyambut pasar murah begitu terlihat. Warga dari berbagai desa menyambangi lokasi pasar murah untuk memperoleh kebutuhan pokok yang harganya yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
Komoditas yang disediakan di antaranya beras, minyak goreng, gula, tepung dan sejumlah kebutuhan rumah tangga lainnya. Langkah ini juga bertujuan menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia.
“Kami berharap warga dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Barang yang tersedia dijual selama persediaan masih ada,” jelasnya.
Lanjutnya, intervensi pasar melalui berbagai kegiatan menjadi perhatian. Sebab, wilayah Kecamatan Tulin Onsoi dan Kecamatan Sembakung Atulai memiliki tantangan tersendiri dalam distribusi barang kebutuhan pokok.
Jarak dan biaya distribusi dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga yang diterima masyarakat. "Karena itu, pasar murah tidak hanya diarahkan untuk menyediakan komoditas dengan harga lebih rendah, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT