NUNUKAN - Peninjauan lapangan terkait wilayah Batas Operasional Perbatasan (BOP) dilaksanakan Forkopimcam Sebatik Utara. Ini dilakukan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat di wilayah tersebut.
Camat Sebatik Utara, Andi Calo mengatakan, langkah yang dilakukan merupakan upaya pemerintah melihat secara langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan berbagai masukan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan.
“Kami hadir bersama unsur muspika untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengarkan secara langsung apa yang menjadi aspirasi dan kebutuhan masyarakat," ucap Andi Calo.
Dijelaskan, pemerintah perlu mengetahui kondisi real di lapangan. Tujuannya, agar setiap persoalan yang ada dapat dikomunikasikan dan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing. "Komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat perlu terus diperkuat. Terlebih wilayah Desa Seberang merupakan salah satu kawasan yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia," jelasnya.
Karena itu, pemerintah kecamatan mengajak masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta menyampaikan setiap persoalan melalui jalur koordinasi yang telah tersedia.
Sehingga, setiap persoalan dapat memperoleh perhatian dan penanganan sesuai ketentuan.
“Yang paling penting adalah menjaga komunikasi tetap baik. Aspirasi masyarakat akan kami tampung dan koordinasikan dengan pihak terkait," jelasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya pertemuan langsung dengan warga juga telah dilakukan. Pertemuan tersebut menyangkut kepemilikan lahan warga terdampak OBP. "Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara bersama unsur terkait berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan serta membangun koordinasi dan mendukung kepentingan masyarakat di wilayah perbatasan," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT