Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, DKPP Nunukan Dorong Pertanian Modern 

Asrullah RT • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 21:13 WIB
KESEJAHTERAAN : Kepala DKPP Nunukan, Masniadi melaksanakan penerapan sistem pertanian modern bersama Brigade Pangan Taman Tani, Kelurahan Mansapa, Nunukan Selatan.
KESEJAHTERAAN : Kepala DKPP Nunukan, Masniadi melaksanakan penerapan sistem pertanian modern bersama Brigade Pangan Taman Tani, Kelurahan Mansapa, Nunukan Selatan. 

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terus mendorong penerapan sistem pertanian modern. Langkah ini merupakan upaya meningkatkan efisiensi produksi, produktivitas lahan, sekaligus kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan, Masniadi mengatakan, upaya penerapan sistem pertanian modern dibuktikan
melalui sosialisasi dan tanam padi metode pertanian modern bersama Brigade Pangan Taman Tani, Kelurahan Mansapa, Nunukan Selatan. 

"Sosialisasi juga dihadirkan Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Utara Didik Raharjo. Kemudian, turun langsung ke lahan pertanian untuk melakukan penanaman padi dengan memanfaatkan alat dan metode pertanian modern," ucap Masniadi. 

Dijelaskan, penerapan teknologi pertanian menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks. Terutama terkait keterbatasan tenaga kerja dan meningkatnya kebutuhan pangan.

“Kita datang ke sawah, bukan untuk menanam padi dengan cara sistem lama. Tetapi kita datang untuk menanam dengan cara yang baru, yang lebih modern, lebih cepat dan lebih praktis,” jelasnya.

Menurutnya, modernisasi pertanian juga harus diarahkan pada efisiensi biaya produksi. Dengan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian, penggunaan teknologi dinilai dapat membantu petani menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif.

“Biaya produksi harus kita tekan seminimal mungkin. Karena itu, kita harus mulai bertani dengan cara yang lebih efisien, modern dan terukur. Inilah semangat dari Pertanian Modern Advanced Agriculture System atau PM-AAS,” bebernya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya dilihat dari seberapa besar peningkatan produksi. Tetapi, peningkatan produktivitas harus memberikan dampak nyata terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Inti dari semua program pertanian adalah kesejahteraan petani yang makin baik. Percuma saja kalau hasil produksinya tinggi, namun petani tidak sejahtera karena harga jual yang rendah dan biaya tanam yang makin besar,” tegasnya.

Untuk itu, ia meminta penerapan pertanian modern tidak berhenti pada kegiatan tanam perdana. Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan hingga tanaman memasuki masa panen. Dan peran penyuluh dan jajaran teknis pertanian dibutuhkan untuk memastikan setiap tahapan budidaya berjalan dengan baik. 

“Saya berharap program ini benar-benar didampingi dari awal sampai panen. Penyuluh dan jajaran pertanian jangan hanya hadir ketika tanam, tetapi ikut memastikan bagaimana tanaman dirawat sampai hasil panen,” katanya.

Kepala BRMP Kalimantan Utara, Didik Raharjo mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan terhadap pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 di Kalimantan Utara.

Menurut Didik, pendampingan diperlukan agar penerapan teknologi dan modernisasi pertanian dapat berjalan secara tepat di tingkat lapangan, sekaligus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas.

“Ini merupakan satu langkah awal, tetapi bukan yang terakhir. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami melakukan pendampingan terhadap kegiatan strategis Kementerian Pertanian yang dilaksanakan pada tahun 2026,” tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
petani nunukan pertanian