NUNUKAN - Pemberian layanan konsuler langsung ke lokasi kerja Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sabah, Malaysia kembali dilaksanakan Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau. Lokasi yang disasar yakni milik Sabah Softwood Berhad dan IOI Plantation.
Kepala Konsulat RI Tawau, Dino Nurwahyudin mengatakan, layanan Warung Konsuler diperuntukkan bagi perusahaan dengan jumlah PMI cukup banyak dan berada jauh dari Kantor KRI Tawau. Dan tercatat sebanyak 705 PMI yang bekerja perkebunan mendapatkan berbagai pelayanan administrasi tanpa harus meninggalkan tempat kerja.
"Warung Konsuler merupakan bentuk pelayanan jemput bola untuk mendekatkan layanan Pemerintah Indonesia kepada para PMI, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan jarak, waktu, maupun biaya untuk datang langsung ke kantor konsulat," ucap Dino Nurwahyudin.
Dirincikan, pelayanan di Sabah Softwood Berhad KRI Tawau melayani 213 PMI. Kemudian, di IOI Plantation, layanan dilaksanakan selama dua hari dengan jumlah penerima layanan mencapai 492 PMI.
Adapun kebutuhan administrasi dan dokumen kependudukan dapat diselesaikan melalui layanan tersebut. Di antaranya pembuatan dan perpanjangan paspor bagi WNI beserta keluarganya, pengesahan kontrak kerja, serta penerbitan Surat Bukti Pencatatan Kelahiran (SBPK) bagi anak-anak PMI.
"KRI Tawau juga memberikan layanan pembuatan Nomor Identitas Tunggal (NIT) sekaligus perekaman data diri bagi WNI yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)," jelasnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan Warung Konsuler sengaja dilakukan di luar jam kerja atau pada akhir pekan. Pola tersebut diterapkan agar PMI tetap dapat bekerja seperti biasa sekaligus tidak mengganggu pelayanan bagi WNI yang datang langsung ke Kantor KRI Tawau.
“Dengan layanan yang datang langsung ke tempat kerja, PMI tidak perlu mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya untuk datang ke Kantor KRI Tawau. Harapannya, mereka dapat tetap fokus bekerja dan kebutuhan administrasinya juga dapat diselesaikan,” bebernya.
Selain pelayanan dokumen, Warung Konsuler menjadi ruang bagi PMI untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama bekerja di Malaysia. Petugas KRI Tawau membuka ruang konsultasi sehingga persoalan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Lanjutnya, KRI Tawau akan terus memperkuat pelayanan dan pelindungan bagi PMI di wilayah kerjanya. Alasannya, kehadiran negara tidak hanya ditunjukkan melalui pelayanan di kantor perwakilan, tetapi juga dengan mendatangi langsung WNI yang berada di lokasi kerja yang jauh dari pusat layanan.
“Kami akan terus memberikan pelayanan dan pelindungan terbaik bagi PMI di wilayah kerja KRI Tawau. Ini merupakan bagian dari komitmen dan bukti nyata kehadiran negara bagi Warga Negara Indonesia di luar negeri,” tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT