NUNUKAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan gerak cepat atas arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) terkait penguatan keamanan dan ketertiban serta pencegahan penyalahgunaan barang barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan.
Aksi itu dibuktikan melalui razia gabungan bersama TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain melakukan razia, tes urine juga dilakukan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Senin, (21/9) malam.
Kalapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan mengatakan, razia yang digelar bersama TNI Polri dan BNN merupakan langkah preventif dan deteksi dini untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di dalam Lapas tetap terjaga. Serta mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas Nunukan.
"Petugas gabungan melaksanakan pemeriksaan pada kamar hunian WBP dan sejumlah area di lingkungan Lapas. Pemeriksaan dilakukan secara acak dengan tetap mengedepankan ketelitian, ketertiban, serta sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku," ucap Kalapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan.
Dijelaskan, selain pelaksanaan razia, petugas juga melaksanakan tes urine terhadap WBP. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus langkah pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas.
Ia menegaskan, razia gabungan dan tes urine yang dilaksanakan merupakan bentuk tindak lanjut terhadap arahan Ditjenpas sekaligus komitmen jajaran Lapas Nunukan dalam memperkuat pengawasan dan keamanan
“Sinergi bersama TNI, Polri dan BNN sangat penting untuk memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan secara bersama-sama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Donny menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan Lapas tidak dapat dilakukan secara sendiri. Melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya aparat penegak hukum dan instansi terkait.
“Melalui sinergi ini, kami berharap Lapas Nunukan dapat terus menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif, sehingga seluruh program pembinaan Warga Binaan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Pelaksanaan razia gabungan dan tes urine berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif. Sejumlah barang hasil razia di antaranya, sendok besi 9 buah, botol kaca 18 buah, gunting kuku dan inset 8 buah, kaca 4 buah, paku 4, gergaji besi 1, silet 1.
"Barang hasil razia tersebut akan di musnahkan dengan memperhatikan aturan yang berlaku.
Lapas Nunukan berkomitmen untuk terus melaksanakan langkah-langkah deteksi dini, meningkatkan pengawasan, serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BNN dan instansi terkait sebagai bagian dari upaya mewujudkan Lapas yang aman dan kondusif," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT