NUNUKAN - Longsor yang terus menggerus kawasan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sei Fatimah, Kecamatan Nunukan, mulai mengancam keselamatan warga yang melintas. Karena kondisi ini, Anggota DPRD Nunukan, mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan segera mengambil langkah konkret agar kerusakan tidak semakin meluas.
Desakan itu disampaikan Anggota DPRD Nunukan sekaligus Sekretaris Komisi II, Muhammad Mansyur. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak menunggu hingga kondisi semakin parah untuk melakukan penanganan. Sebab, dibutuhkan penanganan guna memperkuat tebing dengan pembangunan siring beton.
“Dinas PUPR harus mempercepat penanganannya. Di wilayah Sei Fatimah itu sudah jelas rawan dan tanahnya terus tergerus. Jangan sampai dibiarkan karena sangat berbahaya,” ucap Mansyur.
Dijelaskan, penanganan harus dilakukan dengan pembangunan siring beton sebagai langkah prioritas untuk menahan tekanan tanah sekaligus mencegah longsoran merembet ke badan jalan. Karena, menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan kerusakan infrastruktur.
Apalagi, keberadaan warga dan aktivitas kendaraan di sekitar lokasi membuat aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama. “Kalau memang titiknya rawan, segera buat siring beton. Jangan hanya ditangani sementara, karena kita tidak tahu seberapa kuat tanah itu bertahan ketika hujan kembali turun,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan potensi kerugian yang lebih besar apabila penanganan terus ditunda. Dan jika, kerusakan kecil yang tidak segera diperkuat dapat berkembang menjadi kerusakan badan jalan dan infrastruktur lainnya.
“Yang paling penting keselamatan masyarakat. Jangan sampai kita menunggu ada korban atau jalan benar-benar putus baru bergerak. Kalau dibiarkan, longsornya bisa melebar. Ketika badan jalan ikut tergerus, persoalannya sudah jauh lebih besar," tegasnya.
Ia menegaskan, akses Jalan Sei Fatimah memiliki fungsi penting bagi aktivitas masyarakat. Karena itu, kondisi badan jalan yang sudah terdampak longsor tidak boleh dianggap sepele. Ia meminta pemerintah daerah mengambil langkah sebelum musim hujan kembali meningkatkan pergerakan tanah.
“Jalan ini digunakan masyarakat setiap hari. Kalau terus tergerus, keamanan pengguna jalan ikut dipertaruhkan. Jangan sampai akses ini putus dan akhirnya masyarakat yang menanggung dampaknya,” tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT