Pria 52 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Kelurahan Selisun, Begini Penjelasan Polres Nunukan

Asrullah RT • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 22:03 WIB
OLAH TKP : Personel Polsek Nunukan saat melakukan pengecekan lokasi penemuan jenazah Jalan Pattimura, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan.
OLAH TKP : Personel Polsek Nunukan saat melakukan pengecekan lokasi penemuan jenazah Jalan Pattimura, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan. 

NUNUKAN - Seorang pria, bernama Susanto (52), ditemukan meninggal dunia di rumah yang ditempatinya seorang diri di Jalan Pattimura, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh rekannya, Jumadi, yang datang ke rumah tersebut.

Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni melalui Kasi Humas Ipda Idris mengatakan, berdasarkan keterangan yang dikumpulkan sebelum Susanto ditemukan, rekannya Jumadi telah menghubunginya melalui telepon sekitar pukul 10.28 WITA. 

Saat itu, korban meminta bantuan untuk diurut karena mengeluhkan kondisi tubuh yang sakit dan mengalami demam. "Karena saat itu saksi masih sibuk, saksi menyampaikan kepada korban bahwa baru dapat datang pada sore hari. Sekitar pukul 16.00 WITA," ucap Ipda Idris.

Saat tiba lokasi kediaman Susanto, Jumadi melihat korban sudah tergeletak di bagian belakang rumah. Khawatir akan kondisi korban, saksi kemudian pergi ke bengkel milik Sundi yang berada tidak jauh dari rumah korban.

"Jumadi bersama empat orang lainnya kemudian kembali ke rumah korban untuk melakukan pengecekan. Saat itu, korban sudah dalam kondisi kaku dan diketahui telah meninggal dunia," jelasnya. 

Kemudian, berdasarkan dugaan awal korban diduga meninggal dunia karena sakit. Itu dikuatkan dengan keterangan saksi dan keluarga terkait riwayat penyakit jantung yang diderita korban.

"Informasi awal yang kami terima, korban memang sudah lama memiliki riwayat penyakit jantung. Keterangan tersebut disampaikan saksi dan juga dibenarkan oleh adik kandung korban," bebernya.

Kemudian, dari keterangan keluarga, Susanto telah menderita penyakit jantung kurang lebih selama empat tahun. Korban bahkan disebut telah menjalani perawatan dan dipasangi tiga ring pada jantung. Pengobatan terhadap korban juga dilakukan Sundi yang pimpinan tempat korban bekerja. 

Bahkan, Sundi beberapa menyarankan agar Susanto berhenti bekerja atau kembali ke kampung halamannya di Trenggalek, Jawa Timur. Namun, korban disebut tetap memilih bekerja karena masih ingin membiayai anak-anaknya yang berada di Jawa.

"Korban tinggal seorang diri di rumah yang merupakan milik Sundi. Setelah mengetahui kejadian tersebut, Sundi menghubungi adik kandung korban, Setyo Aji, yang berdomisili di Kecamatan Sei Manggaris. Keluarga korban yang berada di Jawa juga diberi tahu mengenai kejadian tersebut," bebernya. 

Kemudian, berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi serta keterangan saksi dan keluarga, tidak terdapat informasi awal yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan terhadap korban. "Dugaan sementara korban meninggal diakibatkan penyakit yang dideritanya," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
pria ditemukan meninggal nunukan