NUNUKAN - Kabut asap kembali terpantau masuk ke wilayah Kabupaten Nunukan, Kamis (17/9). Kondisi ini diduga dampak asap kiriman atas kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Kalimantan.
Kasubbid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, asap yang mulai masuk ke wilayah Nunukan berasal dari daerah lain. Seperti, Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur.
“Hari ini asap mulai masuk wilayah Nunukan lagi. Dampaknya dari asap kiriman dari wilayah Kalbar, Kalteng, Kalsel dan Kaltim,” ujar Hasanuddin.
Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai arah pergerakan angin yang bergerak dari wilayah selatan menuju utara. Dengan kondisi angin tersebut, asap dari wilayah selatan berpotensi terbawa menuju wilayah Kalimantan Utara, termasuk Nunukan.
Meski demikian, BPBD Nunukan memastikan hingga Kamis pagi tidak terpantau adanya titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Utara. “Kalau di Kaltara, hotspot terpantau nihil pagi tadi,” singkatnya.
Dijelaskan, berdasarkan informasi Citra Sebaran Asap pada Kamis, (17/9) sekitar pukul 11.00 WITA, terdapat asap di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung.
Kemudian, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua Selatan. Dan sebaran asap di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah dan Papua Barat bergerak ke arah Barat Laut-Utara.
Sementara, di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bergerak ke arah Barat Laut-Timur Laut. Serta, terdeteksi adanya Transboundary Haze dari Kalimantan ke Serawak (Malaysia), Semenanjung Malaysia dan Filipina serta Sumatera ke Semenanjung Malaysia dan SIngapura. "Arah angin di Indonesia umumnya bertiup dari Timur-Tenggara ke Barat Laut-Utara," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT