Perkuat Kerjasama Ekonomi, Konsul RI Tawau Jajaki Peluang Bisnis Baru di Lahad Datu dan Kunak

Asrullah RT • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 19:53 WIB
KERJA SAMA: Konsul Republik Indonesia (RI) Tawau, Dino Nurwahyudin berserta jajaran saat berkunjung ke Hap Fatt Marine, perusahaan yang bergerak dalam penyediaan, pengolahan, ekspor dan perdagangan grosir produk makanan laut segar dan beku.
KERJA SAMA: Konsul Republik Indonesia (RI) Tawau, Dino Nurwahyudin berserta jajaran saat berkunjung ke Hap Fatt Marine, perusahaan yang bergerak dalam penyediaan, pengolahan, ekspor dan perdagangan grosir produk makanan laut segar dan beku.

NUNUKAN - Konsul Republik Indonesia (RI) Tawau, Dino Nurwahyudin, melaksanakan pertemuan bisnis dengan Lahad Datu Chinese Chamber of Commerce dan Kunak Chinese Chamber of Commerce. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Konsulat RI Tawau untuk memperkuat kerjasama ekonomi serta menjajaki peluang bisnis baru. Sebab, Lahad Datu dan Kunak merupakan kota terbesar kedua dan ketiga setelah Tawau. 

Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin menceritakan bahwa Ketua Chinese Chamber of Commerce menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas inisiatif Konsul RI Tawau. President Lahad Datu Chinese Chamber of Commerce (LD.CCC), Mr. Tan Cheng Teng menyampaikan, LD.CCC berjumlah lebih dari 300 pelaku bisnis keturunan Cina di berbagai sektor.

Dan mayoritas anggota bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, sektor perikanan, pertanian, perdagangan retail dan konstruksi. Disampaikan pula ketertarikan para anggota untuk meningkatkan hubungan bisnis dengan pelaku bisnis di Indonesia yang telah berjalan selama ini. 

"Terdapat beberapa anggota yang sudah melakukan kegiatan ekspor impor dengan Indonesia. Konektivitas menjadi kendala utama untuk meningkatkan kerjasama bisnis," ucap Dino Nurwahyudin.

Kemudian, saat bertemu dengan President Kunak Chinese Chamber of Commerce (Kunak.CCC), Mr. Pong Kim Wai menyampaikan pelaku usaha Kunak terdiri dari 100 pengusaha keturunan Cina. Dan Kunak memiliki posisi strategis karena berada di antara Tawau dan Lahad Datu. 

"Sektor perkebunan sawit menjadi motor penggerak ekonomi utama di Kunak. Saat ini Pemerintah Daerah Kunak sedang menata beberapa tempat wisata. Untuk kerjasama bisnis dengan Indonesia relatif masih terbatas. Meski demikian mereka membuka pintu sekiranya ada peluang bisnis yang potensial untuk dikembangkan bersama," jelasnya. 

Lanjutnya, Konsul RI Tawau mengakui bahwa kerjasama bisnis Indonesia dengan pelaku usaha di Lahad Datu maupun Kunak masih sangat terbatas. Untuk itu perlu dilakukan komunikasi langsung pelaku bisnis Indonesia dengan pelaku bisnis Lahad Datu dan Kunak. 

"Dalam dunia bisnis trust atau kepercayaan adalah kunci utama keberhasilan dalam melakukan aktifitas bisnis. Dalam konteks ini, Konsul RI Tawau mengajak pelakuk bisnis, baik di Lahad Datu maupun Kunak, untuk memanfaatkan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan berlangsung di Tangerang pada 14 -18 Oktober mendatang. Dengan hadir langsung pada TEI 2026, kesempatan untuk bertemu dan berdialog langsung dengan pelaku bisnis Indonesia terbuka lebar," ungkapnya. 

Ia menegaskan, sebelum TEI 2026, Konsulat RI Tawau juga akan menyelenggarakan seminar investasi pada  21 September mendatang di Hotel Emas, Tawau. Kegiatan ini melibatkan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur dan Pejabat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). 

"Mereka yang mengetahui secara komprehensif bagaimana melakukan kegiatan bisnis dan juga berinvestasi di Indonesia. Pelaku bisnis yang hadir di Lahad Datu maupun Kunak menyambut baik dan menyampaikan akan hadir di kedua kegiatan bisnis tersebut," katanya. 

Pada kesempatan itu, delegasi Konsulat RI Tawau berkesempatan juga mengunjungi Hap Fatt Marine, perusahaan yang bergerak dalam penyediaan, pengolahan, ekspor dan perdagangan grosir produk makanan laut segar dan beku.

Diantaranya, ikan, cumi, dan udang. Produk Hap Fatt Marine dipasarkan ke berbagai wilayah di Semenanjung Malaysia serta Sabah dan Sarawak, dan telah diekspor ke sejumlah negara. Seperti, China, Indonesia, Filipina, Vietnam, serta negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan tersebut juga tercatat sebagai penerima Golden Bull Award 2023 dan memperoleh penghargaan dalam Asia Honesty Awards 2025. 

Selain itu, kunjungan lapangan ke Nancy's Farmville, sebuah usaha pertanian yang berfokus pada praktik pertanian berkelanjutan dan produksi buah-buahan premium. Nancy's Farmville dikenal sebagai salah satu penghasil avokado varietas OAVI yang berkualitas tinggi hasil kajian Jabatan Pertanian Sabah. Selain avokado, perkebunan tersebut juga menghasilkan berbagai komoditas pertanian dalam skala besar, antara lain nangka J33, cempedak, markisa, serta jambu batu tanpa biji (seedless/crystal guava). 

"Melalui kegiatan pertemuan langsung dengan para pelaku bisnis di Lahad Datu dan Kunak, Konsulat RI Tawau berharap potensi kerjasama ekonomi dapat lebih ditingkatkan. Hubungan erat antara masyarakat Indonesia dan Sabah yang telah terjalin erat sejak puluhan tahun dapat menjadi modal utama," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
nunukan ekonomi Lahad Datu bisnis tawau