NUNUKAN - Selama Agustus, sejumlah harga bahan pangan mengalami penurunan. Kondisi ini membuat deflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 0,73 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan.
Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien mengatakan, perubahan harga komoditas pangan menjadi salah satu faktor penting dalam pergerakan harga konsumen di Nunukan. Seperti, kelompok makanan, minuman dan tembakau pada Agustus 2026.
Penurunan harga terlihat dari sejumlah komoditas yang memberikan andil deflasi cukup besar. Seperi, tomat menjadi komoditas dengan tekanan penurunan harga terbesar, yakni sebesar 0,31 persen.
"Selanjutnya, ikan layang atau ikan benggol memberikan andil deflasi sebesar 0,24 persen, disusul bawang merah sebesar 0,12 persen," ucap Kepala BPS Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien.
Dijelaskan, tak hanya tiga komoditas yang mengalami penurunan harga. Kondr yang sama juga terjadi pada sejumlah bahan pangan lainnya. Rinciannya, ikan bandeng atau ikan bolu sebesar 0,07 persen, telur ayam ras sebesar 0,06 persen.
Komoditas sayuran juga turut menekan harga. Bayam memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen, cabai merah 0,03 persen, dan kangkung 0,03 persen. Sejumlah komoditas lain seperti kol putih atau kubis dan ikan kembung juga ikut memberikan tekanan terhadap indeks kelompok makanan, minuman dan tembakau.
"Namun, penurunan harga pangan belum terjadi secara merata. Beberapa komoditas justru masih memberikan tekanan inflasi. Misalnya, daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan andil inflasi 0,10 persen, diikuti beras 0,09 persen," sebutnya.
Sementara itu, sigaret kretek mesin memberikan andil 0,06 persen, gula pasir 0,05 persen, sigaret kretek tangan 0,05 persen, dan minyak goreng 0,04 persen.
“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2026 secara umum menunjukkan adanya perubahan harga. Dan secara keseluruhan, tekanan harga di Nunukan masih terkendali. Pada Agustus 2026, Kabupaten Nunukan mencatat inflasi year-on-year sebesar 1,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,86," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT