NUNUKAN - Suasana berbeda terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan, Rabu (9/9) sore. Ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) larut dalam suasana saat mengikuti Tabligh Akbar dan doa bersama yang menghadirkan Habib Basim Bin Ahmad Al Athos.
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan mengatakan, kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi WBP Lapas Nunukan. Meski berada di balik tembok pemasyarakatan, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat dan antusiasme WBP mengikuti dan menyimak tausiyah hingga selesai.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Habib Basim yang tampil dihadapan WBP. Momentum inj diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu menghadirkan ketenangan batin serta menumbuhkan motivasi bagi WBP untuk menjalani pembinaan dengan kesadaran, keteguhan hati dan optimisme.
Baginya, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam proses pembinaan warga binaan. Sebab, pembinaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi seluruh Warga Binaan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik," ucap Donny Setiawan.
Ia juga berharap, nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang diperoleh melalui kegiatan keagamaan dapat menjadi bekal bagi WBP selama menjalani masa pembinaan maupun ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti Tabligh Akbar, diharapkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dapat semakin tertanam sehingga mampu menjadi bekal bagi WBP dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Habib Basim mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri setiap rahmat yang diberikan Allah SWT. Ia juga mengingatkan agar umat tidak pernah berhenti berdoa dan memohon kebaikan, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Habib Basim menyampaikan, hujan yang masih turun di wilayah Nunukan di tengah kondisi kemarau yang melanda sebagian wilayah Indonesia merupakan salah satu bentuk rahmat yang patut disyukuri.
“Kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa rahmat Allah saat ini turun dan menumpuk di tempat kita, ditandai dengan tetap turunnya hujan di wilayah Nunukan, walaupun sebagian besar wilayah Indonesia dilanda kemarau panjang. Karena itu, kita harus banyak berdoa, semoga segala hajat yang diinginkan di dunia dan akhirat bisa terkabul,” tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT