Temukan Tiga Anak Jadi Badut Jalanan, Satpol PP Nunukan Utamakan Pembinaan dan Perlindungan

Asrullah RT • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 19:29 WIB
PERLINDUNGAN : Personel Satpol PP Nunukan memberikan pembinaan terhadap anak yang ditemukan sedang beraktivitas sebagai badut jalanan. 
PERLINDUNGAN : Personel Satpol PP Nunukan memberikan pembinaan terhadap anak yang ditemukan sedang beraktivitas sebagai badut jalanan. 

NUNUKAN - Tiga anak dibawah umur terjaring patroli yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan. Ketiganya ditemukan sedang beraktivitas sebagai badut jalanan di kawasan Jalan Lingkar Nunukan Selatan, Sabtu (5/9) malam.

Kepala Satpol PP Kabupaten Nunukan, Mesak Adianto mengatakan, ketiga anak tersebut ditemukan secara terpisah. Kemudian, dilakukan pendataan dan diberikan pembinaan. Setelah itu, ketiganya diminta kembali ke rumah dengan harapan mendapatkan pengawasan keluarga.

"Hasil pendataan menunjukkan salah satu anak masih berusia 13 tahun. Petugas juga menemukan adanya anak yang tidak sedang bersekolah. Bahkan salah satunya mengaku belum pernah mengikuti pendidikan formal," ucap Mesak Adianto, Minggu (6/9). 

Dijelaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan sekaligus pemenuhan hak anak. Karena itu, Personel Satpol PP Nunukan melakukan pendekatan pembinaan dengan meminta anak-anak tersebut kembali ke lingkungan keluarga.

Ia menegaskan, penanganan terhadap ketiga anak tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketertiban umum. Tetapi juga menyangkut keselamatan dan perlindungan anak.

“Ketiga anak yang kami temukan masih di bawah umur. Bahkan salah satunya baru berusia 13 tahun. Karena itu, kami tidak hanya melihat dari sisi ketertiban. Tetapi juga keselamatan mereka. Kami berikan pembinaan dan meminta mereka untuk pulang ke rumah," jelasnya. 

Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengetahui aktivitas anak. Terutama ketika berada di luar rumah pada malam hari. Sebab, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam memastikan anak mendapatkan pengawasan dan perlindungan yang memadai.

“Kami berharap orang tua lebih memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anaknya. Jangan sampai anak berada di jalan pada malam hari tanpa diketahui orang tua. Ini bukan hanya persoalan ketertiban, tetapi juga menyangkut keselamatan dan masa depan anak,” tegasnya.

Kemudian, Satpol PP Nunukan akan terus melakukan pengawasan di sejumlah ruang publik. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga ketertiban. Tetapi juga memastikan ruang publik tetap aman bagi masyarakat, termasuk anak-anak.

"Untuk atribut badut yang digunakan kami amankan dan untuk mengambilnya kembali harus datang ke Mako Satpol PP dengan membawa orang tua masing-masing. Ini agar orang tua mengetahui aktivitas anaknya," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
nunukan badut satpol pp