NUNUKAN - Setiap anak tumbuh dengan potensi dan keunikan masing-masing. Karena itu, tidak boleh ada anak yang merasa berbeda, tersisih atau kehilangan kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Semangat itulah yang menjadi pesan utama dalam penutupan Pelatihan Pendidikan Inklusif bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Kabupaten Nunukan Tahun 2026, yang resmi berakhir pada Rabu (2/9/2026). Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 70 peserta dari berbagai lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Nunukan.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif dan mampu mengakomodasi kebutuhan setiap anak.
Dalam sambutan Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Bunda Andi Annisa Muthia Irwan, S.E., yang dibacakan Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Hj. Nurlatifahani Raden Iwan Kurniawan, disampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat.
“Setiap anak memiliki potensi. Setiap anak berharga. Dan setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar tentang menerima anak di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana pendidik menciptakan lingkungan yang membuat setiap anak merasa aman, dihargai, dan dipercaya untuk berkembang sesuai kemampuannya.
Bunda PAUD Kabupaten Nunukan berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Para peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan tersebut kembali ke satuan PAUD masing-masing dan membagikannya kepada rekan-rekan pendidik lainnya.
“Saya berharap 70 peserta hari ini dapat menjadi penggerak pendidikan inklusif di wilayah masing-masing, dan pelatihan pendidikan inklusif ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi bagian dari peningkatan kapasitas guru PAUD di Kabupaten Nunukan,” tambahnya.
Melalui peran para pendidik, lingkungan PAUD diharapkan semakin mampu menjadi tempat yang ramah bagi seluruh anak—tempat mereka belajar tanpa rasa takut, diterima tanpa syarat, serta mendapatkan ruang untuk tumbuh sesuai potensi yang dimiliki.
Untuk mewujudkan hal tersebut, satuan PAUD di Kabupaten Nunukan didorong menerapkan konsep 'BERSINAR', yakni Bermutu, Setara, Inklusif, Aman, dan Ramah Anak.
"Dengan semangat tersebut, peserta pelatihan diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih setara dan manusiawi bagi anak-anak di Kabupaten Nunukan," tutupnya. (adv/akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT