Segini Inflasi Nunukan di Agustus 2026, Ini Penyebabnya! 

Asrullah RT • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 17:42 WIB
Kepala BPS Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien
Kepala BPS Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien

NUNUKAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) pada Agustus 2026 mencapai 1,28 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,86. Inflasi tahunan ini terjadi seiring kenaikan harga yang tercermin dari meningkatnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien mengatakan, pada Agustus 2026 inflasi year-on-year Nunukan sebesar 1,28 persen dengan IHK sebesar 110,86. Perkembangan inflasi tahunan, menggambarkan adanya kenaikan harga pada berbagai komoditas dan jasa yang masuk dalam konsumsi masyarakat. 

"Pergerakan harga tercermin dalam perubahan IHK. Perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan," ucap Iskandar Ahmaddien, melalui release BPS Nunukan, Jumat (4/9). 

Dijelaskan, dilihat secara bulanan, Nunukan juga mencatat inflasi 0,16 persen pada Agustus 2026. Dan secara kumulatif sepanjang tahun atau year-to-date (y-to-d), inflasi mencapai 1,39 persen.

Kemudian, tekanan inflasi tidak berasal dari satu kelompok pengeluaran saja. Namun, beberapa kelompok mencatat kenaikan yang lebih tinggi dibanding kelompok lainnya.

Seperti, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 6,71 persen. Kelompok tersebut memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,36 persen. “Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan sebesar 6,71 persen,” sebutnya.

Kemudian, pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 5,28 persen. Kelompok ini menjadi penyumbang inflasi y-on-y terbesar dengan andil mencapai 0,46 persen.

Besarnya andil kelompok restoran menunjukkan bahwa perubahan harga makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat turut memengaruhi inflasi Nunukan.

Pada kelompok tersebut, komoditas nasi dengan lauk menjadi salah satu pendorong utama dengan andil sebesar 0,24 persen. Selain itu, kue kering berminyak dan sate masing-masing memberikan andil 0,05 persen, ayam goreng soto dan bakso siap santap masing-masing 0,03 persen.

“Komoditas nasi dengan lauk memberikan andil yang cukup besar terhadap inflasi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran,” ungkapnya. 

Selain restoran dan jasa personal, kenaikan juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,02 persen, dengan andil inflasi 0,16 persen.

Kelompok Transportasi mencatat inflasi 2,02 persen dengan andil 0,21 persen. Kebutuhan bahan bakar untuk sepeda motor, angkutan laut, pelumas atau oli mesin, ban luar motor, serta biaya pemeliharaan dan servis menjadi sejumlah komoditas yang memberikan tekanan.

“Pada kelompok transportasi, beberapa komoditas memberikan kontribusi terhadap perubahan harga, di antaranya bensin, sepeda motor dan angkutan laut,” katanya.

Kelompok Informasi, komunikasi dan jasa keuangan juga mengalami inflasi 1,87 persen, dengan andil 0,10 persen. Sementara, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 1,80 persen dengan andil 0,25 persen. 

Beberapa komoditas yang memberikan tekanan antara lain batu bata atau batu tela, besi beton, cat, pasir, semen dan seng. “Pergerakan harga pada masing-masing kelompok pengeluaran menjadi bagian yang diperhitungkan dalam perubahan IHK Kabupaten Nunukan,” katanya.

Untuk kelompok kesehatan mencatat inflasi 1,36 persen, sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi 0,32 persen. Dari sisi komoditas, emas perhiasan menjadi salah satu sumber tekanan harga terbesar dengan andil inflasi 0,30 persen. 

Komoditas lainnya antara lain daging ayam ras 0,10 persen, beras 0,09 persen, telepon seluler 0,08 persen, bensin 0,06 persen, serta sejumlah produk tembakau dan kebutuhan rumah tangga. Data inflasi yang dihasilkan merupakan hasil pemantauan perkembangan harga berbagai komoditas yang masuk dalam penghitungan IHK.

“Kita terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga komoditas yang menjadi bagian dalam penghitungan IHK,” pungkasnya. (akz/jnr) 

Editor : Januriansyah RT
nunukan inflasi IHK