NUNUKAN - Upaya menjaga ekosistem gambut di Kabupaten Nunukan mulai diarahkan hingga tingkat desa. Melalui program ProMangrovePeat, kerja sama Pemerintah Jerman dan Indonesia akan mendorong pengelolaan gambut berbasis masyarakat di Kecamatan Sembakung.
Wakil Bupati Nunukan Hermanus saat menerima audiensi tim GIZ ProMangrovePeat didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan, Dr. Meinstar Tololiu, beserta jajaran di ruang kerja Wakil Bupati Nunukan, Rabu (3/9).
Pertemuan tersebut turut Program GIZ ProMangrovePeat merupakan kerja sama Pemerintah Jerman dan Pemerintah Indonesia yang berfokus pada perlindungan serta pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove.
Program ini diimplementasikan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Di Nunukan, salah satu agenda yang akan dijalankan adalah pembangunan pedesaan berbasis Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) serta pengembangan Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG).
Tiga desa di Kecamatan Sembakung menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut, yakni Desa Atap, Desa Lubakan, dan Desa Manuk Bungkul.
Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyambut positif keterlibatan GIZ ProMangrovePeat dalam mendukung pengelolaan lingkungan di daerah. Menurutnya, keberadaan program tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami sekaligus menjaga ekosistem gambut.
“Masyarakat perlu diberikan pengayaan dan informasi yang cukup sehingga semakin memahami bagaimana pengelolaan lahan gambut yang baik,” ujar Hermanus.
Menurutnya, pemahaman masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lahan gambut. Pengelolaan yang tidak tepat dapat berdampak pada kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di sekitarnya.
Karena itu, keterlibatan masyarakat di tingkat desa dinilai penting agar upaya perlindungan gambut tidak berhenti pada kebijakan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
"Pemkab Nunukan pun berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam memperkuat tata kelola lingkungan sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya ekosistem gambut bagi keberlangsungan wilayah," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT