Perkuat Kesiapsiagaan Waspadai Karhutla, Ini Kata Bupati Nunukan

Asrullah RT • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 17:30 WIB
KOORDINASI : Bupati Nunukan H. Irwan Sabri bersama Kapolres Nunukan, AKBP Ruslaeni dan forkopimda Nunukan menyiapkan kesiapsiagaan penanganan Karhutla. 
KOORDINASI : Bupati Nunukan H. Irwan Sabri bersama Kapolres Nunukan, AKBP Ruslaeni dan forkopimda Nunukan menyiapkan kesiapsiagaan penanganan karhutla. 

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh unsur pemerintah, aparat, masyarakat, hingga pihak swasta siap bergerak cepat sebelum munculnya titik api dan meluas.

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri mengatakan, kunci utama penanganan karhutla adalah tindakan preventif dan kecepatan respons atas kejadian di lapangan. ​"Prinsip utama penanggulangan bencana adalah mencegah sejak awal, mendeteksi secara cepat, dan bertindak sebelum api membesar. Jangan sampai sudah terjadi kebakaran baru kita sibuk bersosialisasi. Edukasi harus masuk ke masyarakat jauh sebelum musim rawan," ucap H. Irwan Sabri, Kamis (3/9).

Dijelaskan, ada tiga poin utama yang wajib dijalankan seluruh pemangku kepentingan. ​Pertama, perkuat pencegahan dan edukasi dengan memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat di wilayah rawan karhutla terkait bahaya membakar lahan, baik dampaknya bagi lingkungan, kesehatan, maupun ekonomi. 

Kedua, tingkatkan deteksi dini dan respons cepat dengan menyiapkan sistem pemantauan yang sigap agar potensi api dapat dipadamkan saat masih kecil. ​Terakhir, sinergi dan koordinasi berjenjang dengan memperkuat komunikasi hingga tingkat desa/kecamatan. "Serta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan daerah tetangga yang berpotensi berdampak pada paparan asap," jelasnya. 

​Selain menginstruksikan BPBD, Damkar, Satpol PP, TNI, Polri, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA), Bupati juga memberikan peringatan tegas kepada para pelaku usaha yang hadir secara virtual. ​"Kepada dunia usaha, pemegang konsesi HGU perkebunan, pertambangan, dan sektor lainnya saya tegaskan untuk ikut menjaga wilayahnya. Karhutla bukan cuma urusan pemerintah. Perusahaan wajib menyediakan sarana pemadaman, menyiagakan personel, serta memantau area konsesi secara rutin," tegasnya.

Untuk itu, ia menegaskan kesiapsiagaan ini merupakan komitmen bersama demi melindungi keselamatan masyarakat serta lingkungan Nunukan. "Mari membangun prinsip api kecil harus selesai sebelum menjadi besar," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
karhutla nunukan kebakaran