Kabut Asap Makin Pekat di Krayan Selatan, Warga Keluhkan Flu hingga Sakit Tenggorokan

Asrullah RT • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 19:11 WIB
TERGANGGU : Kondisi Kecamatan Krayan Selatan diselimuti kabut asap yang terjadi sejak Minggu (30/8). 
TERGANGGU : Kondisi Kecamatan Krayan Selatan diselimuti kabut asap yang terjadi sejak Minggu (30/8). 

NUNUKAN - Kabut asap semakin pekat menyelimuti wilayah Kecamatan Krayan Selatan, dalam tiga hari terakhir. Kondisi terparah terjadi pada sore hari dengan jarak pandang diperkirakan hanya sekitar 1–2 kilometer. Situasi itu disampaikan Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli.

Menurutnya, kondisi kabut asap terus memburuk dalam beberapa hari terakhir. Tebalnya asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mulai dirasakan dampaknya masyarakat.

“Kabut asap semakin hari semakin parah. Jarak pandang kurang lebih satu sampai dia kilometer. Sudah tiga hari ini kabut cukup tebal, apalagi sore hari," ucap Oktavianus Ramli, Selasa (1/9). 

Dijelaskan, langkah antisipasi sudah dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Nunukan. Kebijakan tersebut menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan di tengah kondisi udara yang dipenuhi kabut asap.

Dan sejak 31 Agustus 2026, kegiatan belajar mengajar di wilayahnya dilakukan melalui Belajar Dari Rumah (BDR). Sementara, berdasarkan SE Bupati Nunukan, pihaknya telah meneruskan ketingkat pemerintah desa terkait kewaspadaan dan penanganan dampak kabut asap. “Kami di kecamatan meneruskan SE Bupati yang sudah ada dan sudah disampaikan ke desa-desa,” katanya.

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kabut asap mulai memicu gangguan kesehatan dari masyarakat. Pihaknya menerima keluhan sejumlah warga atas gejala seperti flu dan batuk. Untuk itu, pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terutama ketika kabut asap semakin tebal. 

“Keluhan masyarakat yang kami terima kebanyakan flu, batuk dan sakit tenggorokan. Imbauan juga dilakukan agar warga turut menjaga kondisi lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, mengingat kabut asap dapat semakin memburuk apabila kebakaran hutan dan lahan terjadi," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
kabut asap nunukan kesehatan krayan