Tingkatkan Kompetensi dan Kualitas Guru PAUD di Nunukan, Ini Akan Dilakukan

Asrullah RT • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:28 WIB
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri

NUNUKAN - Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD se-Kabupaten Nunukan Tahun 2026, digelar Senin (31/8/2026). Rakor tersebut membahas penguatan satu tahun pendidikan prasekolah sebagai langkah awal menyiapkan generasi emas 2045.

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan rakor ini merupakan langkah awal menyusun pendidikan prasekolah. Sebab, anak-anak adalah masa depan bangsa. Sehingga, pendidikan sejak usia dini menjadi tanggung jawab bersama.

“Tema ‘Satu Tahun Prasekolah, Langkah Awal Menuju Generasi Emas 2045’ mengingatkan kita bahwa masa depan anak dimulai dari langkah kecil hari ini,” ucap H. Irwan Sabri, Senin (31/8).

Dijelaskan, pendidikan prasekolah bukan hanya soal membaca, menulis, dan berhitung. Yang paling penting adalah membentuk anak agar tumbuh sehat, mandiri, percaya diri, punya karakter baik, dan mampu bersosialisasi.

Dan yang tak kalah penting, memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama. Baik yang tinggal di perkotaan, perbatasan, pedalaman, maupun daerah terpencil.

“Membangun PAUD tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan kerja sama pemerintah, Bunda PAUD, guru, orang tua, dan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga berharap Bunda PAUD terus hadir di tengah masyarakat untuk melihat kondisi PAUD, mendengar kebutuhan guru dan orang tua dan masyarakat. Dan menyampaikan terima kasih atas ketulusan dan kesabaran dalam mendampingi anak-anak.

“Tugas bapak dan ibu sangat mulia karena dari tangan dan kasih sayang bapak-ibu, karakter anak-anak kita mulai dibentuk,” tuturnya.

Dan pemerintah daerah ingin anak-anak Nunukan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, mandiri, dan mampu bersaing, namun tetap mencintai daerah dan bangsanya.

"Semoga, rakor ini menghasilkan gagasan dan langkah nyata untuk masa depan anak-anak Nunukan," harapnya.

Sementara, Bunda PAUD Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Nunukan yang telah membuka hati mendengarkan langsung aspirasi para guru PAUD. 

Dengan kebijakan untuk menaikan insentif para guru PAUD yang ada di Kabupaten Nunukan ini secara signifikan. "Tidak hanya itu, Kebijakan bapak bupati dalam memberikan beasiswa pendidikan bagi guru PAUD , dengan kuota sebanyak 200 orang, merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas mengajar mereka," ungkapnya.

Andi Annisa juga memperkenalkan dan meluncurkan dua program inovasi Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, yaitu SIBUNDA (Sistem Informasi Bunda PAUD untuk Pendataan Anak). Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi instrumen dalam memperoleh data PAUD yang lebih terintegrasi, akurat dan mudah diperbarui.

"Yang kedua GESIT (Gerakan Satu Anak Satu Identitas). Program ini merupakan sinergi Bunda PAUD dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nunukan, untuk mendorong setiap anak usia dini memilih identitas kependudukan yang lengkap dan tercatat," pungkasnya. 

Untuk diketahui, rakor yang dilaksanakan dihadiri secara daring Direktur PAUD Dirjen PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Kurniawan, S.T., M.B.A. dan Deni Wijaya, M.M., Penelaah teknis Kebijakan Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
nunukan guru pendidikan