Hingga Mei 2026, Peristiwa Karhutla di Nunukan Bakar 79 Hektare Lahan

Asrullah RT • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:32 WIB
PEMADAMAN : Personel gabungan melakukan pemadaman karhutla pada Mei 2026 di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan. BPBD NUNUKAN
PEMADAMAN : Personel gabungan melakukan pemadaman karhutla pada Mei 2026 di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan. BPBD NUNUKAN

NUNUKAN  - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan, menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2026. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nununan, kejadian karhutla sejak Januari hingga 14 Mei 2026 tercatat 32 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 79 hektare. 

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan sepanjang 2025. Pada tahun sebelumnya, tercatat ada 11 kejadian karhutla dengan luas total 24 hektare. Sementara, luas lahan yang terbakar pada 2026 sekitar 79 hektare. Kemudian, pada 2024, KPH Nunukan mencatat 19 kejadian karhutla dengan total lahan terdampak sekitar 70,72 hektare.

Kasubbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin mengatakan, kejadian karhutla 2026 tersebar di sejumlah kecamatan. Dan Kecamatan Nunukan Selatan menjadi daerah dengan kejadian paling dominan. 

Sebab, dari 32 kejadian karhutla, sebagian besar terjadi di wilayah tersebut, terutama Kelurahan Mansapa, Tanjung Harapan, Selisun dan Nunukan Selatan. Dan kejadian dengan luasan terbesar terjadi di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, pada 9 Maret 2026. Kebakaran tersebut tercatat menghanguskan sekitar 9,5 hektare hutan dan lahan.

"Kebakaran dengan luasan besar terjadi di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan. Pada 7 dan 8 Mei 2026, masing-masing tercatat 10 hektare lahan terbakar," ucap Hasanuddin. 

Lanjutnya, selain hutan dan lahan, kebakaran juga terjadi pada lahan kosong serta kebun. Berdasarkan data sebagian lokasi kebakaran merupakan lahan kosong. Sementara satu kejadian pada 11 Mei 2026 di Kelurahan Mansapa melibatkan hutan, kebun dan lahan dengan luas sekitar 8 hektare.

Jika dibandingkan dengan 2025, pola kejadian juga menunjukkan kebakaran di wilayah Nunukan Selatan. Tahun lalu, Kelurahan Selisun dan Mansapa beberapa kali tercatat mengalami kebakaran, dengan sejumlah kejadian terjadi pada September hingga Oktober.

Namun, 2026 memperlihatkan peningkatan signifikan, terutama sejak Maret hingga Mei. Bahkan, hanya dalam beberapa pekan pada Mei, sejumlah kejadian kebakaran tercatat dengan luasan mencapai beberapa hektare dalam satu kejadian.
 
Ia menceritakan, sejumlah karhutla yang ditangani merupakan lahan milik warga yang diduga dibuka untuk perkebunan. Sehingga, disetiap kesempatan terus mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. 

Terutama pada kondisi cuaca kering yang rawan menimbulkan karhutla. "Kepada seluruh warga dihimbau dan diingatkan untuk tidak membakar lahan dengan alasan dan dalih apa pun. Apalagi di tengah cuaca panas seperti saat ini. Sebab pembakaran sangat berisiko menimbulkan kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan,” tutupnya. (akz/jnr) 

Editor : Januriansyah RT
karhutla nunukan kebakaran lahan