Udara Nunukan Mulai Tak Sehat, Asap Karhutla Bikin Jarak Pandang Menurun

Asrullah RT • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:23 WIB
KABUT ASAP : Kondisi jalan di Nunukan diselimuti kabut asap sejak Minggu (30/8) pagi semakin tebal saat sore hari. ASRULLAH/RADAR TARAKAN
KABUT ASAP : Kondisi jalan di Nunukan diselimuti kabut asap sejak Minggu (30/8) pagi semakin tebal saat sore hari. ASRULLAH/RADAR TARAKAN

NUNUKAN - Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah mulai berdampak ke wilayah Nunukan. Kondisi ini membuat kualitas udara dan jarak pandang di Nunukan terganggu. 

Kasubbid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, wilayah Nunukan hingga kini belum mencatat adanya kejadian karhutla. Namun, masyarakat mulai merasakan dampak asap yang terbawa angin dari wilayah lain.

“Untuk Nunukan, kita hanya menerima dampak asap karhutla. Kalau kejadian karhutlanya sendiri, alhamdulillah nihil,” ucap Hasanuddin, Minggu (30/8). 

Dijelaskan, berdasarkan pemantauan BMKG Tanjung Harapan-Bulungan, kondisi jarak pandang pada Minggu (30/8) pukul 17.00 WITA mengalami penurunan di sejumlah wilayah Kaltara.

Jarak pandang di Bandara Nunukan tercatat hanya sekitar 1,5 kilometer. Kondisi tersebut dirasakan di Nunukan dan Tarakan yang mengalami penurunan jarak pandang sejak siang hari. Dan sebaran asap diperkirakan bergerak ke arah barat laut dan utara mengikuti pola angin.

Di sisi lain, pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) mencapai 117,5 µg/m³ pada pukul 15.00 WITA dengan status tidak sehat.

Diceritakan, kondisi asap saat ini sebelum pernah terjadi. Bahkan, pada 2019-2020 lebih parah dibanding kejadian saat ini. Dan saat itu, kabut asap berlangsung lebih lama. 

Menurutnya, kondisi tersebut sangat bergantung pada perkembangan karhutla di wilayah lain, arah pergerakan angin serta intensitas hujan. Jika hujan turun, konsentrasi asap di udara berpotensi berkurang lebih cepat.

"Ini baru lagi kejadian seperti ini. Tergantung karhutla di daerah lain, arah angin dan hujan. Kalau ada hujan, biasanya asap cepat hilang," tambahnya.

Karena kondisi ini, BPBD Nunukan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi udara yang mulai tidak sehat. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. 

Namun, jika terpaksa harus beraktivitas di luar, warga diminta menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi risiko menghirup langsung partikel asap maupun mengalami iritasi mata.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan dan masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Selain itu, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh serta memperbanyak konsumsi air putih.

"BPBD juga mengingatkan warga yang beraktivitas di wilayah perairan atau laut agar meningkatkan kewaspadaan. Jarak pandang yang terbatas akibat asap dapat meningkatkan risiko kecelakaan di perairan. Masyarakat yang menemukan kondisi darurat dapat melaporkannya melalui layanan 112 atau Call Center BPBD Nunukan di 0811-5379-995," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
udara tidak sehat karhutla kabut asap nunukan