NUNUKAN - Bagi warga Kecamatan Krayan, sulitnya akses jalan bukan sekadar persoalan perjalanan yang menjadi lebih lama. Di balik jalan yang belum sepenuhnya pulih, kebutuhan dasar masyarakat ikut terdampak.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, distribusi bahan kebutuhan pokok masih tersendat. Kebutuhan sembako mulai masuk ke wilayah Krayan, tetapi dalam jumlah terbatas. Bahkan, sebagian harus diangkut menggunakan sepeda motor atau ojek karena kendaraan roda empat masih sulit melintas.
"Barang yang biasanya dapat diangkut dalam jumlah besar kini harus masuk secara bertahap. Mengikuti kemampuan kendaraan. Menggunakan sepeda motor untuk menembus akses jalan yang belum sepenuhnya diperbaiki," ucap Oktavianus Ramli.
Ia menceritakan, dampak lainnya pada pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional pembangkit listrik. Hingga kini, BBM untuk kebutuhan PLN belum masuk. Akibatnya, pelayanan listrik kepada masyarakat belum dapat berjalan normal.
"Listrik hanya dapat menyala selama enam jam dalam sehari. Mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WITA.
Situasi ini membuat aktivitas warga ikut terbatas," ungkapnya.
Tak hanya listrik, keterbatasan pasokan BBM juga berdampak pada akses komunikasi. Jaringan telepon yang bergantung pada operasional kelistrikan hanya dapat digunakan secara optimal pada saat listrik menyala, yakni sekitar pukul 18.00 hingga 24.00 Wita.
Artinya, selama 18 jam lainnya, masyarakat harus menghadapi keterbatasan akses komunikasi. Sementara, komunikasi merupakan kebutuhan penting untuk menghubungkan warga dengan keluarga, mengakses informasi, hingga mendukung aktivitas pelayanan dan perekonomian.
"Warga kini berharap akses jalan segera pulih sehingga distribusi BBM, sembako dan kebutuhan lainnya dapat kembali berjalan normal. Dengan begitu, pelayanan listrik juga diharapkan kembali seperti semula dan masyarakat tidak lagi harus menunggu malam untuk mendapatkan penerangan maupun mengakses jaringan telepon," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT