Imigrasi Nunukan Perkuat Pelayanan Perbatasan di PLBN Labang, Ini Hal yang Dilakukan

Asrullah RT • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:45 WIB
PELAYANAN : Kakanim Nunukan Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/SL, Wadan Satgas Pamtas, unsur pemerintah Kecamatan Lumbis Pansiangan saat berada di PLBN Labang. 
PELAYANAN : Kakanim Nunukan Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/SL, Wadan Satgas Pamtas, unsur pemerintah Kecamatan Lumbis Pansiangan saat berada di PLBN Labang. 

NUNUKAN - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan memperkuat koordinasi lintas instansi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan di kawasan perbatasan. Hal itu dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi pelayanan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang, Kecamatan Lumbis Pansiangan. 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Adrian Soetrisno, bersama Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan pelayanan keimigrasian di salah satu pintu perbatasan Indonesia-Malaysia berjalan optimal, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi yang bertugas di kawasan tersebut.

Dalam kegiatan itu turut hadir Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/SL, Wadan Satgas Pamtas, unsur pemerintah Kecamatan Lumbis Pansiangan, serta para kepala desa se-Kecamatan Lumbis Pansiangan.

Rombongan disambut Kepala Bidang PLBN Labang bersama jajaran petugas lintas instansi yang bertugas di kawasan perbatasan. Monitoring dan evaluasi difokuskan pada koordinasi pelaksanaan tugas masing-masing instansi, terutama terkait pelayanan keimigrasian, kepabeanan, pelayanan masyarakat, pengawasan lalu lintas orang, hingga aspek keamanan di kawasan PLBN Labang.

Adrian menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadirkan pelayanan perbatasan yang tidak hanya efektif dan aman, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.

"Koordinasi inj menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan serta tantangan dalam pelaksanaan pelayanan di lapangan. Dengan komunikasi yang berjalan baik, setiap instansi diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing secara terpadu," ucap Adrian Soetrisno 

Selain melakukan evaluasi pelayanan, Kepala Kantor Imigrasi Nunukan juga menggelar pertemuan dengan DO Nabawan Malaysia, Tuan Marshal Bin Anthony. Pertemuan tersebut membahas upaya percepatan implementasi perlintasan menggunakan paspor pada jalur Pagalungan-Nabawan. 

"Langkah ini dinilai strategis mengingat jalur perbatasan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat di wilayah Indonesia dan Malaysia," jelasnya. 

Dalam pertemuan itu, Imigrasi Nunukan menyampaikan kesiapan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Labang yang telah melayani pemeriksaan keimigrasian bagi pengguna paspor sejak 2025.

Kesiapan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pengembangan akses perlintasan yang lebih luas dan tertib, sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

Perlintasan menggunakan paspor diharapkan dapat memberikan kepastian prosedur bagi masyarakat yang melakukan perjalanan lintas negara, sekaligus memperkuat fungsi kawasan perbatasan sebagai pintu gerbang negara yang aman dan memiliki nilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Tinjau Patok Batas

Rangkaian kegiatan monitoring kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung kondisi patok batas GP 1W yang berada di kawasan PLBN Labang. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari monitoring situasi wilayah perbatasan sekaligus memastikan kondisi kawasan tetap dalam keadaan aman dan terkendali.

"Di sisi lain, penguatan koordinasi lintas instansi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat perbatasan. Dengan demikian, PLBN Labang tidak hanya berfungsi sebagai pintu keluar-masuk orang dan barang, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
perbatasan nunukan PLBN Labang imigrasi