Sepanjang 2026, Karhutla Dominasi Terjadi di Nunukan Selatan 

Asrullah RT • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 21:24 WIB
PEMADAMAN : Personel gabungan dari BPBD Nunukan, Polres Nunukan, Brimob, KPH Nunukan dan warga sekitar berupaya memadamkan kebakaran lahan yang tergolong di Nunukan Selatan beberapa waktu lalu. 
PEMADAMAN : Personel gabungan dari BPBD Nunukan, Polres Nunukan, Brimob, KPH Nunukan dan warga sekitar berupaya memadamkan kebakaran lahan yang tergolong di Nunukan Selatan beberapa waktu lalu. 

NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatatkan sebanyak 32 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Nunukan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan drastis dibandingkan pada 2025 lalu. 

Kasubbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin mengatakan, karhutla yang ditangani pada 2025 sebanyak 11 kejadian dengan luas lahan yang terbakar sekitar 24 hektare. Rinciannya, pada Maret 2025 terjadi di Kecamatan Nunukan Selatan, pada Juli 2025 terjadi di Kecamatan Krayan Barat dan Krayan Timur. 

"Pada September 2025 terdapat 2 kejadian di Kecamatan Nunukan Selatan. Kemudian di Oktober 2025 sebanyak 1 kejadian di Kecamatan Nunukan dan 4 kejadian di Kecamatan Nunukan Selatan," ucap Hasanuddin, Senin (24/8). 

Selanjutnya, di Januari hingga Mei 2026 terdapat 32 kejadian karhutla yang ditangani. Dari kejadian itu sekitar 78 hektare hutan dan lahan yang terbakar. Pertama, pada Januari 2026 terjadi di Kecamatan Sembakung, Kecamatan Sebatik Barat masing-masing 1 kejadian. Dan 5 kejadian di Kecamatan Nunukan Selatan. 

"Di Februari 2026, ada 5 kejadian karhutla. 1 kejadian di Sebatik Barat dan 4 kejadian di Kecamatan Nunukan Selatan," sebutnya. 

BPBD Nunukan juga mencatat kejadian karhutla sebanyak 7 kali pada Maret 2026 yang terjadi di Kecamatan Nunukan sebanyak 3 kejadian dan Kecamatan Nunukan Selatan 4 kejadian. Serta, 9 kejadian karhutla pada Mei 2026. 

"Di Mei 2026, ada 1 kejadian di Kecamatan Sebatik Barat. Dan 8 kejadian di Kecamatan Nunukan Selatan dengan luas lahan yang terbakar sekitar 33 hektare," rincinya. 

Ia menceritakan, sejumlah karhutla yang ditangani merupakan lahan milik warga yang diduga dibuka untuk perkebunan. Sehingga, disetiap kesempatan terus mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. 

Terutama pada kondisi cuaca kering yang rawan menimbulkan karhutla. "Kepada seluruh warga dihimbau dan diingatkan untuk tidak membakar lahan dengan alasan dan dalih apa pun. Apalagi di tengah cuaca panas seperti saat ini. Sebab pembakaran sangat berisiko menimbulkan kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan,” tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
karhutla tarakan bpbd kebakaran lahan