NUNUKAN - Adanya laporan masyarakat terkait aktivitas pembangunan jalan di wilayah perbatasan langsung ditindaklanjuti Camat Sebatik Utara, Andi Calo. Peninjauan langsung ke wilayah patok perbatasan dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap laporan dan keresahan masyarakat pada Kamis, (20/8).
Selain Camat Sebatik Utara, peninjauan lapangan dilakukan bersama Kepala Desa Seberang, Babinsa Desa Seberang, Kepala PLBN Sebatik, serta tokoh masyarakat turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi faktual di lapangan.
Persoalan ini menjadi perhatian karena terdapat lahan masyarakat yang terdampak Outstanding Boundary Problem (OBP) dan hingga saat ini belum terealisasi pembayaran ganti untung. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapatkan perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait agar memberikan kepastian kepada masyarakat serta mencegah munculnya persoalan di wilayah perbatasan.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan melihat secara langsung persoalan yang disampaikan masyarakat. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kecamatan untuk memastikan kepentingan dan hak masyarakat terdampak tetap mendapat perhatian,” ucap Andi Calo.
Ia menegaskan, persoalan perbatasan harus diselesaikan melalui koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun gangguan terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami berharap persoalan ini dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi antara PLBN Sebatik dengan kementerian dan instansi terkait. Yang paling penting adalah masyarakat mendapatkan kepastian, khususnya terkait lahan yang terdampak dan proses ganti untung yang belum terealisasi,” jelasnya.
Sementara itu, hasil peninjauan di lapangan akan segera ditindaklanjuti PLBN Sebatik dan dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian serta realisasi pembayaran ganti untung kepada masyarakat terdampak.
Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak mengambil tindakan yang dapat memicu konflik.
“Kita jaga perbatasan, kita jaga masyarakat, dan kita utamakan penyelesaian secara tertib dan kondusif. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses penyelesaian kepada pemerintah melalui jalur koordinasi dan mekanisme yang berlaku,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT