Aktivitas Penimbunan Berpotensi Merusak Jalan di Desa Sanur, Ini Langkah yang Akan Dilakukan

Asrullah RT • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:46 WIB
KOORDINASI : Camat Tulin Onsoi, Kepala Desa Sanur, Kapospol Tulin Onsoi, perwakilan warga sekaligus pengusaha yang mengerjakan proyek bermusyawarah di Kantor Desa Sanur. 
KOORDINASI : Camat Tulin Onsoi, Kepala Desa Sanur, Kapospol Tulin Onsoi, perwakilan warga sekaligus pengusaha yang mengerjakan proyek bermusyawarah di Kantor Desa Sanur. 

NUNUKAN - Aktivitas proyek timbunan di Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi mendapatkan perhatian masyarakat. Itu dikarenakan, kekhawatiran masyarakat akan potensi kerusakan jalan umum desa yang dapat timbul akibat aktivitas kendaraan yang memuat material proyek.

Kepala Desa Sanur, Abdurrohim mengatakan, Pemerintah Desa Sanur bersama Camat Tulin Onsoi, Kapospol Tulin Onsoi, perwakilan warga sekaligus pengusaha yang mengerjakan proyek. Dalam pertemuan tersebut, para pihak membahas dampak aktivitas proyek terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menjadi akses masyarakat. 

"Mobilisasi material timbunan menggunakan kendaraan dengan muatan tertentu dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan kerusakan pada badan jalan maupun mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan," ucap Abdurrohim. 

Dijelaskan, pemerintah desa menekankan pentingnya komunikasi antara pihak pelaksana kegiatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Sebab, setiap aktivitas proyek yang menggunakan fasilitas jalan umum diharapkan tetap memperhatikan kondisi jalan. 

"Serta memperhatikan kepentingan masyarakat yang sehari-hari menggunakan akses tersebut," pesannya. 

Sementara, Camat Tulin Onsoi, Kristoforus Belake menegaskan, upaya penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan koordinasi. Melalui musyawarah diharapkan menghasilkan kesepahaman bersama. 

"Sehingga kegiatan proyek dapat tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat serta kondisi infrastruktur desa," jelasnya.

Ia berpesan, jika terdapat dampak terhadap jalan akibat aktivitas proyek, para pihak diharapkan dapat berkoordinasi untuk mencari solusi dan melakukan penanganan yang diperlukan. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menjaga komunikasi serta bersama-sama mengawasi penggunaan jalan umum. 

Dengan begitu, pembangunan dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga fasilitas publik.

"Musyawarah tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk menghindari terjadinya konflik di tengah masyarakat sekaligus memastikan aktivitas proyek tetap memperhatikan kepentingan umum dan keberlangsungan infrastruktur Desa Sanur," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
proyek timbunan nunukan Tulin Onsoi desa sanur