NUNUKAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan bersama Inovasi Kalimantan Utara melaksanakan Lokakarya Perencanaan dan Penganggaran Program Strategis Pendidikan Daerah TA 2027. Lokakarya yang dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi mengenai arah program pendidikan daerah.
Kemudian, selain Disdik Nunukan kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Seperti, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, fasilitator literasi, Bappeda, Kementerian Agama, BPS, PGRI, Dewan Pendidikan, BPMP Kalimantan Utara, KGTK Kalimantan Utara, Universitas Borneo Tarakan (UBT), serta Tim INOVASI.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Hj. Erlina mengatakan, lokakarya dilaksanakan selain menyamakan persepsi arah program pendidikan, juga upaya sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, serta mengidentifikasi isu strategis dan gagasan program pada 2027.
Berdasarkan Rapor Pendidikan Daerah Nunukan 2025, hasil pelaksanaan pelatihan program strategis Kemendikdasmen, hasil baseline Program INOVASI Kaltara, peran UBT dalam peningkatan mutu pendidikan dasar, serta hasil studi rencana aksi pengelolaan pendidikan di wilayah terpencil.
Kemudian, refleksi Program Literasi Dasar Kelas Awal dan diskusi kelompok dilakukan untuk mengidentifikasi masalah utama serta menganalisis akar masalah.
"Peserta, fasilitator dari BPMP, KGTK, UBT, dan INOVASI merumuskan program dan kegiatan strategis pendidikan Kabupaten Nunukan. Proses tersebut mencakup penetapan program prioritas, penyusunan kegiatan, serta penentuan indikator keberhasilan sebagai dasar perencanaan program Tahun 2027," ucap Erlina.
Dijelaskan, salah satu rekomendasi yang muncul yakni perlunya penguatan dan pengembangan gugus/KKG, termasuk dukungan anggaran pengelolaan KKG, kemudahan pengerjaan e-kinerja bagi guru, kepala sekolah dan pengawas yang aktif dalam KKG, serta pengelolaan KKG secara profesional.
"Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam memperkuat literasi di Nunukan. Sehingga diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan IPM dan Rapor Pendidikan Daerah," jelasnya.
Sementara, Manajer INOVASI Provinsi Kalimantan Utara, Agus Prayitno menegaskan, pentingnya peningkatan kompetensi guru berbasis KKG melalui penguatan keterampilan dasar, khususnya literasi, numerasi, dan karakter.
Menurutnya, KKG perlu terus dikembangkan secara sistematis dan berkelanjutan sebagai wadah kolaborasi guru untuk meningkatkan hasil belajar murid. Dan melalui pertemuan ini diharapkan menghasilkan perencanaan pendidikan yang lebih terarah, berbasis data, terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Nunukan.
"Rekomendasi strategis dan rencana tindak lanjut yang dihasilkan menjadi pijakan penting dalam penyusunan program pendidikan daerah Tahun Anggaran 2027," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT