Warga Nunukan Diminta Bijak Bermedia Sosial untuk Jaga Kondusivitas Daerah

Asrullah RT • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:48 WIB
KOORDINASI : Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri bersama Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni saat saat ramah tamah bersama para camat, kepala desa, dan kepala adat se-Krayan Raya di Gedung Serbaguna Long Bawan. 
KOORDINASI : Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri bersama Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni saat saat ramah tamah bersama para camat, kepala desa, dan kepala adat se-Krayan Raya di Gedung Serbaguna Long Bawan. 

NUNUKAN - Perkembangan media sosial yang semakin pesat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Nunukan dan aparat keamanan. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diminta lebih bijak menggunakan media sosial agar informasi yang belum terverifikasi tidak memicu keresahan dan mengganggu kondusivitas daerah.

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi setiap informasi yang beredar di ruang digital. Menurutnya, kemudahan menyebarkan informasi harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk memastikan kebenarannya.

Ia mengingatkan para camat dan kepala desa agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan maupun menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

"Di era digitalisasi ini sangat mudah memberitakan hal-hal yang sekiranya tidak benar. Kalau ada hal yang perlu kita klarifikasi dan belum kita ketahui kebenarannya, penting bagi kita untuk berkoordinasi, berkolaborasi dan berdiskusi," ucap H. Irwan Sabri saat ramah tamah bersama para camat, kepala desa, dan kepala adat se-Krayan Raya di Gedung Serbaguna Long Bawan. 

Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat sebaiknya terlebih dahulu diklarifikasi melalui koordinasi dengan pihak terkait. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman yang dapat berkembang menjadi persoalan lebih besar.

Sementara, Kapolres Nunukan, AKBP Ruslaeni mengajak seluruh masyarakat, khususnya pemerintah desa, untuk ikut berperan menjaga keamanan dan ketertiban. 

Kapolres meminta kepala desa segera berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri apabila menemukan persoalan maupun informasi yang berpotensi mengganggu keamanan di wilayah masing-masing.

Kondisi geografis dan keterbatasan jumlah personel, khususnya di wilayah Krayan, menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan. Karena itu, menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, pemerintah desa, TNI dan Polri menjadi kunci menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Jika ada informasi, segera sampaikan kepada anggota Polri maupun TNI. Mari kita jadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan berita positif dan informasi yang benar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. "Sebaliknya, media sosial menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, menyebarkan informasi positif serta menjaga kebinekaan di tengah masyarakat," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
media sosial kondusivitas nunukan