Temui Para Kades dan Kepala Adat Krayan, Ini Harapan Bupati Nunukan

Asrullah RT • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:45 WIB
OPTIMIS : Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri memberikan arahan saat ramah tamah bersama para camat, kepala desa, dan kepala adat se-Krayan Raya. 
OPTIMIS : Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri memberikan arahan saat ramah tamah bersama para camat, kepala desa, dan kepala adat se-Krayan Raya. 

NUNUKAN - Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menemui para camat, kepala desa, dan kepala adat se-Krayan Raya usai melaksanakan upacara peringatan HUT Ke-81 RI. Melalui pertemuan itu, pemerintah daerah untuk mengungkapkan sejumlah kebijakan, capaian pembangunan, sekaligus arah pembangunan Kabupaten Nunukan di tengah kondisi fiskal yang mengalami penurunan.
 
Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Sebab, APBD Kabupaten Nunukan pada 2025 berada di kisaran Rp1,9 triliun diperkirakan turun menjadi sekitar Rp 1,4 triliun pada 2027.

Baginya, kondisi inj tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk berhenti bekerja dan memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat. “Kita tidak mungkin mengeluh terus. Kita harus punya strategi. Kalau berbicara tentang infrastruktur, kita melihat mana yang menjadi skala prioritas," ucapnya saat ramah tamah bersama para camat, kepala desa, dan kepala adat se-Krayan Raya di Gedung Serbaguna Long Bawan. 

"Semua penting dan semua harus dibangun, tetapi dengan keterbatasan anggaran tentu ada yang harus diprioritaskan,” sambungnya. 

Dijelaskan, salah satu pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah daerah yakni peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Krayan. Pemkab Nunukan berencana melaksanakan pembangunan ruas jalan Lembudud-Kurid dengan skema multiyears untuk periode 2027–2029.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Krayan mengingat kondisi geografis wilayah yang luas dan akses transportasi yang masih menjadi tantangan. “Kita wajib di 2027 membuat proyek multiyears karena Krayan betul-betul sangat membutuhkan infrastruktur yang baik,” jelasnya.

Selain itu, kondisi jalan di Long Layu, Krayan Selatan, yang sebelumnya menjadi perhatian dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Meskipun ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Kawasan Krayan adalah masyarakat saya. Walaupun jalan tersebut jalan provinsi, saya merasa masyarakat saya membutuhkan perhatian,” tegasnya.

Ia menegaskan, Pemkab Nunukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengalokasikan sekitar Rp 983 juta melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kerusakan. Dari 13 jembatan yang mengalami kerusakan berat, lima di antaranya telah diintervensi pemerintah daerah melalui kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum.

Ia juga menyampaikan informasi terkait rencana dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan komunikasi dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, terdapat rencana anggaran lebih dari Rp 10 miliar untuk penanganan ruas jalan yang mengalami kerusakan berat.

Karena itu, ia berharap dengan berbagai dukungan dapat direalisasikan secara bertahap. Sehingga, pembangunan infrastruktur di wilayah Krayan dapat terus berjalan. "Pada 2027 Pemerintah Pusat juga disebut mengalokasikan sekitar Rp 30 miliar melalui IJB untuk penanganan ruas jalan di Krayan yang berstatus jalan nasional," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
nunukan krayan bupati nunukan pembangunan daerah