Pembinaan Kemandirian dan Kepribadian Jadi Bekal WBP Lapas Nunukan Kembali ke Masyarakat, 

Asrullah RT • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 15:08 WIB
PEMBINAAN : Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan bersama Pj Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan usai menyerahkan remisi ke WBP. ASRULLAH/RADAR TARAKAN
PEMBINAAN : Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan bersama Pj Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan usai menyerahkan remisi ke WBP. ASRULLAH/RADAR TARAKAN

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan memberikan apresiasi terhadap pemberian remisi kepada warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nunukan. Remisi dinilai menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus bentuk penghargaan atas perubahan perilaku selama menjalani masa pidana.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan, Raden Iwan Kurniawan mengatakan, program pembinaan yang diberikan selama warga binaan menjalani masa pidana diharapkan tidak berhenti di dalam Lapas. Dengan berbagai pelatihan keterampilan, pembinaan kepribadian dan program lainnya harus menjadi bekal  warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

“Pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap kegiatan pemberian remisi ini. Program-program yang diberikan selama menjalani pidana hendaknya dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Raden Iwan usai penyerahan remisi ke ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Nunukan. 

Baginya, saat menjalani pidana seharusnya menjadi momentum bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi dan mempersiapkan diri agar dapat kembali menjalani kehidupan secara positif. Karena itu, ia berharap WBP yang memperoleh remisi maupun yang langsung bebas dapat memanfaatkan pengalaman dan pembinaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

“Harapannya, setelah kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” pesannya.

Sementara, Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan menegaskan pemberian remisi kepada WBP merupakan bentuk penghargaan negara. Sebab, WBP menjalani masa pidana dengan menunjukkan perubahan perilaku positif, menjaga kedisiplinan, serta mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana di Lapas Kelas IIB Nunukan.

"Selama menjalani masa pidana, Lapas Nunukan memberikan sejumlah pelatihan keterampilan kepada WBP agar nantinya kembali ke masyarakat memiliki bekal," bebernya.

Dijelaskan, program pembinaan yang dijalankan Lapas Nunukan mulai dari pelatihan keterampilan membatik, teknik pengelasan, kontruksi bangunan dan pertukangan, pengelolaan makanan hingga agrobisnis. "Kemudian, pembinaan keagamaan sebagai upaya pembentukan karakter WBP," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
nunukan lapas WBP