Pemkab Nunukan Dorong Pertanian Tingkatkan Kesejahteraan 

Asrullah RT • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:07 WIB
PENINGKATAN : Kepala DKPP Nunukan, Masniadi menargetkan tidak hanya pada penambahan luas lahan tetapi hasil pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan. 
PENINGKATAN : Kepala DKPP Nunukan, Masniadi menargetkan tidak hanya pada penambahan luas lahan tetapi hasil pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan. 

NUNUKAN - Pengembangan pertanian di Nunukan tidak hanya mengejar penambahan luas lahan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan juga berupaya agar hasil pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan dan menjadi usaha yang menjanjikan bagi masyarakat.

Itu dibuktikan melalui berbagai berbagai program. Mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, pupuk bersubsidi, gerakan penanaman bersama, pengembangan pertanian modern, hingga program cetak sawah baru.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan, Masniadi mengatakan, pemerintah berkomitmen memperkuat sektor pertanian. Khususnya padi sawah yang merupakan salah satu fondasi ketahanan pangan daerah.

“Program pemerintah untuk pertanian, khususnya padi sawah, luar biasa ada alsintan, benih, pupuk subsidi, gerakan-gerakan penanaman bersama, pertanian modern, kemudian cetak sawah baru. Ini akan kita dukung lebih gencar lagi,” ucap Masniadi, Rabu (12/8)

Dijelaskan, penguatan pertanian harus dilakukan secara menyeluruh dengan menyesuaikan potensi masing-masing wilayah. Seperti, wilayah Krayan yang selama ini dikenal memiliki hamparan sawah luas perlu terus diperkuat. Kemudian, potensi persawahan di daratan Pulau Kalimantan maupun wilayah kepulauan seperti Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik juga perlu dikembangkan.

Dan pemerintah akan melihat kebutuhan setiap wilayah. Baik melalui peningkatan produktivitas lahan yang sudah ada maupun perluasan areal persawahan.
"Kalau bisa kita memang swasembada pangan, dalam arti bagaimana kita memenuhi kebutuhan kita khusus di Kabupaten Nunukan," jelasnya.

Ia menilai keberhasilan pembangunan pertanian tidak dapat hanya diukur dari jumlah lahan yang dibuka. Sebab, semangat dan keberlanjutan petani menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam mengembangkan pertanian sawah.

'Semangat petani itu sudah luar biasa dan mendorong yang lain untuk bertani bersawah. Kami akan selalu bersama mereka mendampingi apa yang perlu kita lakukan. Kita komunikasi, kita diskusi apa yang menjadi persoalan, kita cari solusi," katanya.

Kemudian, benih yang digunakan antara lain varietas Inpari 32 dan Inpari 49, termasuk benih yang diperoleh melalui dukungan pemerintah. Dan memasuki musim tanam merupakan momentum penting untuk terus menguatkan semangat petani sekaligus memastikan berbagai kebutuhan mereka dapat terpenuhi.

"Salah satu perhatian utama pemerintah adalah memastikan hasil pertanian memiliki nilai ekonomi yang baik. Petani tidak cukup hanya didorong untuk menanam dan meningkatkan produksi. Mereka juga perlu mendapatkan kepastian bahwa hasil kerja keras tersebut dapat memberikan keuntungan," pesannya. 

Karena itu, Pemkab Nunukan juga membangun komunikasi dengan Perum Bulog terkait penyerapan dan pengelolaan hasil pertanian, termasuk penggilingan serta pemasaran gabah. Pemerintah daerah juga tengah memfasilitasi rencana pembangunan gudang Bulog di Nunukan.

Rencana tersebut masih dalam proses dan diharapkan memperoleh dukungan dari berbagai pihak. "Harapannya nanti penjualan gabah, jagung pakan bisa langsung di sini. Tidak perlu harus dikirim ke Tarakan. Mudah-mudahan kita bisa dapat gudang dibangun di Nunukan dari Bulog, dan ini menjadi satu harapan besar,” tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
petani nunukan pertanian