NUNUKAN - Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan Cetak Sawah Rakyat (CSR) serta pengusulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) konstruksi cetak sawah di Kabupaten Nunukan.
Rapat koordinasi ini melibatkan Ditjen LIP Kementan, DKPP Nunukan, Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Banjarbaru, Tim Pelaksana Swakelola Kodim Nunukan, Co-Working Space (CWS) Penyuluh Nunukan, pengawas konstruksi cetak sawah dan Katimker Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) hingga tim teknis.
Pejabat Fungsional Ditjen LIP Kementan, Herry Yoan Edison, mengatakan rakor ini bertujuan membangun kesepahaman dan memperkuat sinergi antar instansi dalam pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat agar berjalan sesuai target. Sekaligus mempercepat proses penetapan CPCL.
“Rakor ini untuk mengevaluasi progres dan memastikan program Cetak Sawah Rakyat berjalan sesuai target. Sekaligus mempercepat proses CPCL bersama DKPL Nunukan serta penyuluh setempat,” ucap Herry Yoan Edison.
Dijelaskan, evaluasi dilakukan terhadap perkembangan fisik pekerjaan melalui pembaruan data realisasi Cetak Sawah Rakyat dan ketersediaan infrastruktur di lapangan. Selain itu, perhatian diberikan terhadap pengelolaan tata air, konstruksi lahan, hingga penanganan karakteristik lahan khusus.
Untuk itu, ia menegaskan penguatan sinergi menjadi salah satu kunci untuk mengoptimalkan produktivitas lahan baru. Dan kolaborasi melibatkan Brigade Pangan, kelompok tani, Pemkab Nunukan, khususnya DKPP, serta unsur pengawasan.
“Sinergi ini diperlukan untuk mengoptimalkan produktivitas lahan baru dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan fisik dan mempercepat luas tanam, sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Nunukan, Masniadi, berharap rakor tersebut tidak hanya menghasilkan kesepahaman. Tetapi juga memperkuat koordinasi seluruh pihak yang terlibat dalam program cetak sawah.
“Dengan rakor ini, kami berharap seluruh pihak semakin sinergis dan berbagai kendala di lapangan dapat segera diatasi. Dengan demikian, pembangunan Cetak Sawah Rakyat dapat berjalan sesuai perencanaan dan selesai tepat waktu,” harapnya.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat di Nunukan dapat berjalan lebih efektif, mulai dari proses pengusulan CPCL, pembangunan konstruksi, hingga optimalisasi lahan.
"Dengan begitu dapat mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT