NUNUKAN - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat mendera warga mendapatkan perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Diketahui, kekosongan stok BBM selama kurang lebih tiga hari diakibatkan keterlambatan distribusi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan, Benny Patisadia, mengatakan, Pemkab Nunukan memastikan distribusi BBM mulai kembali berjalan normal secara bertahap. Saat ini sekitar 300 ton BBM telah masuk ke Kabupaten Nunukan dan didistribusikan kepada agen penyalur serta SPBU.
Dijelaskan, keterlambatan distribusi dipengaruhi kendala operasional kapal pengangkut BBM. Informasinya, kapal pengangkut mengalami kerusakan pada baling-baling. Sehingga harus dilakukan perbaikan.
"Setelah proses perbaikan selesai, penebusan kuota BBM bertepatan dengan hari libur sehingga distribusi baru dapat dilaksanakan pada hari kerja berikutnya," jelasnya, Kamis (6/8).
Ia menambahkan, PT Cahaya Nunukan selaku perusahaan pengangkut telah kembali melakukan pengiriman BBM. Dan selain kapal yang mengangkut BBM jenis Pertamax, penebusan kuota berikutnya dijadwalkan tiba di Nunukan pada 9 Agustus 2026.
"Estimasinya pasokan sekitar 200 ton Pertalite, 50 ton Biosolar, dan 37 hingga 38 ton Pertamax. Jenis BBM yang paling terdampak akibat keterlambatan distribusi yakni Pertalite. Sedangkan stok Biosolar masih dalam kondisi relatif aman," rincinya.
Terkait, adanya isu penimbunan BBM, Pemkab Nunukan telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum melalui tim pengawas distribusi BBM yang melibatkan Satgas Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), perangkat daerah, pemilik SPBU, serta pelaku usaha BBM.
"Apabila ditemukan adanya pelanggaran atau indikasi penimbunan, masyarakat dapat segera melaporkan kepada aparat berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Karena kondisi ini, Pemkab Nunukan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying). Karena pasokan terus berdatangan dan distribusi ke seluruh SPBU dilakukan secara bertahap.
"Dengan tambahan pasokan tersebut, diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Nunukan kembali berjalan normal," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT