Didera Kelangkaan BBM hingga Antrian Panjang, Pertamina Sebut Stok SPBU Aman di Nunukan

Azward Halim • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:53 WIB
ANTRI PANJANG: Potret sejumlah warga dengan kendaraannya mengantri BBM di salah satu APMS di Jalan Tien Soeharto, Nunukan. FOTO: DOK WARGA
ANTRI PANJANG: Potret sejumlah warga dengan kendaraannya mengantri BBM di salah satu APMS di Jalan Tien Soeharto, Nunukan. FOTO: DOK WARGA

NUNUKAN - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan akhirnya angkat suara soal distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Nunukan setelah munculnya kelangkaan yang memicu antrian panjang berhari-hari. Untuk memastikan ketersediaan pasokan dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga, Pertamina menyebut pasokan BBM telah tiba dan stok di sejumlah SPBU dilaporkan dalam kondisi aman.

 

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah percepatan untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM di Kabupaten Nunukan.

 

"Pertamina mengoptimalkan pengiriman pasokan BBM ke Nunukan serta memprioritaskan proses pengisian dan keberangkatan kapal pengangkut dari Fuel Terminal Tarakan. Pasokan telah tiba dan disalurkan ke sejumlah SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan dengan baik," ujar Edi, Kamis (6/8).

 

Selama proses penguatan pasokan, Pertamina juga mengoptimalkan operasional SPBU 65.774.006 sebagai SPBU pendukung untuk menjaga keberlangsungan pelayanan. Meski sempat terjadi peningkatan antrean kendaraan, pelayanan disebut tetap berlangsung tertib dan terkendali.

 

Pada Rabu (5/8), dua kapal pengangkut BBM melakukan pembongkaran muatan untuk memasok sejumlah SPBU di Pulau Nunukan. Selanjutnya, pada Kamis (6/8), dilakukan penyaluran tambahan sebanyak 89 kiloliter (KL) Pertalite dan 30 KL Bio Solar ke SPBU 65.774.004. Penguatan pasokan juga dilanjutkan melalui pengiriman kapal berikutnya guna menjaga stabilitas distribusi.

 

Menanggapi informasi mengenai harga BBM eceran dalam botol yang disebut mencapai Rp35.000, Edi menegaskan harga tersebut bukan harga resmi yang berlaku di SPBU maupun lembaga penyalur resmi Pertamina.

 

"SPBU merupakan titik akhir penyaluran BBM kepada konsumen. BBM yang telah dibeli masyarakat tidak untuk diperjualbelikan kembali," katanya.

 

Pertamina menyatakan terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pengelola SPBU, serta pihak terkait untuk menjaga kelancaran dan ketepatan distribusi BBM di Kabupaten Nunukan.

 

Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan melalui SPBU atau lembaga penyalur resmi. Informasi maupun laporan terkait pelayanan dan penyaluran BBM dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solutions 135, email pcc135@pertamina.com, atau media sosial @pertamina135. (lim)

Editor : Azward Halim
bbm nunukan pertamina