NUNUKAN - Komitmen meningkatkan mutu pelayanan publik terus dilakukan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan. Itu dibuktikan melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat peran masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
Direktur RSUD Kabupaten Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau mengatakan, FKP yang digelar mengusung tema Meningkatkan Layanan, Mutu dan Integritas Menuju Rumah Sakit yang Unggul. Melalui momentum ini RSUD Nunukan mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat.
“FKP ini menjadi ruang yang sangat penting bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Apa yang disampaikan masyarakat, baik berupa kritik, saran maupun harapan, akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan,” ucap dr. Andi Bau Tune Mangkau.
Dijelaskan, rumah sakit merupakan institusi pelayanan publik. Dimana, tingkat keberhasilannya tidak hanya diukur dari aspek medis, tetapi juga dari bagaimana masyarakat merasakan kualitas pelayanan yang diberikan. Sehingga, peningkatan mutu pelayanan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
"Kami menyadari bahwa masih ada hal-hal yang harus kami benahi. Karena itu, kami tidak alergi terhadap kritik. Justru kritik yang konstruktif harus menjadi energi bagi kami untuk memperbaiki pelayanan dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat," katanya.
Ia menegaskan, pentingnya integritas dalam setiap proses pelayanan. Sebab, mutu pelayanan dan integritas merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun rumah sakit yang dipercaya masyarakat.
"Mutu pelayanan harus berjalan bersama dengan integritas. Kita ingin seluruh jajaran RSUD Nunukan memberikan pelayanan secara profesional, transparan, adil dan berorientasi kepada keselamatan serta kebutuhan pasien,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran RSUD Nunukan agar membangun budaya pelayanan yang mengedepankan keramahan, komunikasi yang baik dan penghormatan terhadap pasien serta keluarga pasien.nSebab, pasien bukan hanya membutuhkan pelayanan medis, tetapi juga membutuhkan informasi yang jelas, sikap yang ramah serta kepastian dalam memperoleh pelayanan.
“Masyarakat bukan hanya sebagai pengguna layanan, tetapi juga merupakan mitra kami dalam membangun RSUD Nunukan. Karena itu, kami membuka ruang seluas-luasnya untuk masukan, saran dan evaluasi dari masyarakat,” tegasnya.
Baginya, perjalanan menuju rumah sakit yang unggul membutuhkan proses yang berkelanjutan. Peningkatan kualitas pelayanan harus dilakukan mulai dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem pelayanan, komunikasi, hingga penguatan tata kelola rumah sakit.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita mampu memberikan pelayanan yang bermutu, aman, cepat, ramah dan berintegritas kepada masyarakat,” tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT