NUNUKAN - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan melaksanakan pertemuan evaluasi puskesmas dan rumah sakit dalam penanganan dan pencegahan penyebab utama kematian ibu dan bayi pada Senin (3/8).
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Nunukan, Hj. Miskin menegaskan, pertemuan ini melibatkan para penanggung jawab program ibu dan penanggung jawab program anak dari seluruh puskesmas se-Pulau Sebatik, Pulau Nunukan, dan Puskesmas Sei Menggaris.
"Pelaksanaan ini dilatarbelakangi angka kematian ibu dan bayi yang menjadi salah satu indikator kesehatan yang memerlukan perhatian serius," ucap Hj. Miskin.
Dijelaskan, berbagai faktor penyebab angka kematian ibu dan bayi. Seperti keterlambatan dalam pengambilan keputusan, keterlambatan rujukan, keterbatasan sumber daya, serta belum optimalnya penerapan standar pelayanan kesehatan. Kondisi ini tentunya memerlukan evaluasi secara berkala agar dapat dilakukan perbaikan yang berkelanjutan.
"Melalui pertemuan ini diharapkan diperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi pelayanan kesehatan ibu dan anak di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan tindak lanjut guna mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Nunukan," jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara puskesmas dan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas. Dan koordinasi lintas fasilitas kesehatan dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya keterlambatan penanganan kasus serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan.
"Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sehingga upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Nunukan dapat tercapai secara optimal," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT