Kelangkaan BBM di Nunukan Kembali Terjadi, Sebotol Dihargai Rp 35 Ribu 

Asrullah RT • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:29 WIB
LANGKA : Stok BBM eceran di salah satu pedagang di Nunukan Selatan ludes sejak tiga hari terakhir. 
LANGKA : Stok BBM eceran di salah satu pedagang di Nunukan Selatan ludes sejak tiga hari terakhir. 

NUNUKAN - Masyarakat di Pulau Nunukan kembali merasakan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Tidak adanya pasokan BBM yang masuk membuat krisis BBM dirasakan masyarakat sejak tiga hari terakhir. 

Pantauan Radar Tarakan, krisis BBM mulai dirasakan masyarakat sejak Sabtu (1/8). Sebab, stok pedagang BBM eceran telah habis. BBM eceran menggunakan botol minuman yang biasanya terpajang terlihat kosong. 

Bahkan, sepanjang ruas jalan dari Kecamatan Nunukan Selatan hingga wilayah Kecamatan Nunukan tak ada penjualan BBM eceran. Kondisi yang sama juga terjadi pada Pertamini yang ada. 

Wandi warga Kelurahan Nunukan Timur mengaku, di hari sebelumnya saat mengisi BBM mendapatkan informasi dari pedagang BBM eceran bahwa akan terjadi kelangkaan. Dan informasi itu terjadi pada Senin (3/8). 

"Memang penjual bilang mau susah lagi BBM. Jadi langsung isi full. Tadi teman sempat keliling cari memang tidak ada yang jual," ucap Wandi, Selasa (4/8). 

Krisi BBM yang terjadi kini berdampak pada aktivitas masyarakat. Indra yang merupakan pekerja kantoran harus absen lantaran kehabisan BBM. Ia mengakui terpaksa tidak berkantor dikarenakan tak mendapatkan BBM untuk kendaraannya. 

"Dari kemarin mau ngisi BBM tapi memang tidak ada. Sempat teman bantu keliling carikan tadi tidak dapat juga. Mau tidak mau hati ini tidak turun kerja," kisahnya. 

Berbeda dengan Aidil, ia mengakui setelah berkeliling mencari BBM dan mendapatkan di seputar Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan. Ia mengaku, mendapatkan BBM yang dijual menggunakan botol bekas minuman berukuran besar. 

"Tadi dapat satu botol besar. Harganya Rp 35 ribu rupiah. Dan waktu saya dapat orang sudah ramai membeli. Jadi cuma sebentar langsung habis lagi," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
bbm langka bbm nunukan