NUNUKAN - Dampak curah hujan tinggi yang mengguyur Pulau Nunukan pada Senin (3/8) dini hari mengakibatkan tanah longsor terjadi di dua titik di wilayah Sei Fatimah, Kecamatan Nunukan. Tanah longsor yang terjadi membuat satu rumah, akses jalan rusak berat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, H. Asmar mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 3.50 hingga 6.22 WITA. Hal ini memicu pergerakan tanah di sejumlah titik rawan.
"Hasil identifikasi, terdapat dua titik longsor di kawasan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sei Fatimah dan jalan masuk menuju SMK. Lokasi ini memang memiliki kontur tebing yang cukup curam sehingga sangat rentan," ucap H. Asmar.
Dijelaskan, berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Nunukan, longsor yang terjadi di kawasan eks TPA Sei Fatimah mengakibatkan satu unit rumah mengalami kerusakan berat. Kemudian, infrastruktur jalan menuju SMK amblas dan terdapat tiga rumah berada terancam jika terjadi longsor susulan.
"Hasil asesmen kami menunjukkan ada potensi pergerakan tanah. Karena itu warga yang berada di sekitar lereng kami minta tetap waspada dan mengurangi aktivitas di sekitar lokasi longsor, terutama saat hujan turun," pesannya.
Dengan kondisi tersebut ia menilai penanganan harus segera dilakukan agar kerusakan tidak meluas. "Yang paling mendesak saat ini adalah pengamanan lokasi longsor dan perbaikan sementara pada titik-titik yang rawan. Jika dibiarkan, hujan berikutnya dapat memperbesar bidang longsoran dan membahayakan rumah-rumah di sekitarnya," ungkapnya.
Ia menegaskan, BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan telah berada di lokasi melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, pemasangan garis pengaman, serta mengimbau warga agar menjauhi area yang berpotensi mengalami longsor susulan.
"Kami mengutamakan keselamatan masyarakat. Penanganan awal difokuskan pada asesmen lapangan dan mitigasi agar tidak ada korban jiwa. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi teknis untuk langkah penanganan lanjutan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT