Dua Kecamatan di Nunukan Terdampak Banjir 

Asrullah RT • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:04 WIB
TERDAMPAK : Kondisi rumah warga yang terdampak banjir usai curah hujan tinggi terjadi. 
TERDAMPAK : Kondisi rumah warga yang terdampak banjir usai curah hujan tinggi terjadi. 

NUNUKAN - Ratusan rumah terdampak banjir usai hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nunukan sejak dini hari pada Senin (3/8). Banjir yang terjadi merendam sedikitnya enam wilayah di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 3.50 hingga 06.22 WITA. Situasi ini membuat saluran drainase dan sungai tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman warga.

"Wilayah yang terdampak cukup luas, mencakup enam kelurahan dan desa di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan. Sejak pagi langsung turun melakukan asesmen, pendataan, serta membantu penanganan di lokasi terdampak," ucap H. Asmar. 

Dijelaskan, berdasarkan hasil kaji cepat BPBD, banjir merendam Desa Persiapan Sei Fatimah, Desa Binusan, Kelurahan Nunukan Selatan, Kelurahan Nunukan Timur, Kelurahan Nunukan Barat, dan Kelurahan Nunukan Tengah.

Dampaknya, sekitar 317 rumah terendam banjir. Sementara sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan akibat tingginya debit air. Dan hasil pendataan awal, banjir juga merendam wilayah Sei Bilal salah satu titik dengan genangan cukup tinggi.

"Ketinggian air berkisar antara setinggi lutut hingga paha orang dewasa, sehingga aktivitas warga sempat terganggu dan akses di beberapa ruas jalan sulit dilalui kendaraan," jelasnya. 

Disebutkan, berdasarkan data sementara BPBD Nunukan sekitar 317 rumah terdampak banjir. Rinciannya, sekitar 200 rumah berada di kawasan Pasar Baru dengan tinggi muka air mencapai 1,2 meter. Kemudian, sekitar 80 rumah di Sei Fatimah dengan tinggi air hingga 0,8 meter. Serta 37 rumah di Jalan Lumba-Lumba dengan ketinggian genangan sekitar 0,5 meter. 

Lanjutnya, banjir yang terjadi, selain merendam permukiman juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Seperti, jembatan di Jalan Fatahilah mengalami kerusakan kategori sedang akibat derasnya arus. Sementara jembatan di Jalan Lumba-Lumba mengalami kerusakan ringan. Serta, pagar rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan.

Proses penanganan di lapangan selain tim BPBD, personel dari TNI, Polri, instansi terkait, dan relawan langsung juga turun untuk membantu ke masyarakat.

"Fokus kami saat ini membantu warga menyedot air yang masih menggenang di rumah, membersihkan material sisa banjir, mengevakuasi barang-barang milik warga, sekaligus melakukan pendataan kerusakan sebagai dasar penanganan lanjutan," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
banjir nunukan bencana banjir