NUNUKAN - Penyaluran bantuan darurat bagi warga terdampak tanah longsor di Krayan Selatan, masih menghadapi kendala transportasi udara. Hingga Selasa (28/7), distribusi logistik belum dapat dilakukan secara maksimal karena ketersediaan armada masih terbatas.
Kasubbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin mengatakan, pengiriman bantuan saat ini masih menunggu jadwal pesawat carter selanjutnya. Namun, belum ada operator yang dapat melayani penerbangan karena armada yang biasa digunakan masih menjalani perawatan (maintenance).
"Pengiriman bantuan masih menunggu jadwal pesawat carter. Sementara ini belum ada yang siap melayani karena masih dalam masa maintenance," ucap Hasanuddin, Selasa (28/7).
Dijelaskan, hingga saat ini baru dua kali penerbangan yang berhasil mengangkut bantuan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ke wilayah terdampak.
"Baru dua sorti yang bisa mengirimkan bantuan BNPB dan pemerintah daerah. Untuk bantuan dari Pemda Nunukan masih tersisa satu sorti lagi yang belum diberangkatkan," jelasnya.
Selain keterbatasan armada, proses distribusi juga sangat dipengaruhi kondisi cuaca di Krayan Selatan. Sebab, operasional penerbangan menuju wilayah tersebut bergantung pada kondisi landasan pacu yang masih berupa rumput dan tanah liat sehingga rentan terganggu saat hujan.
"Bandara di sana masih sangat bergantung pada cuaca karena landasannya masih rumput dan tanah liat," jelasnya.
BPBD Nunukan kini berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan BNPB untuk mencari peluang penerbangan tambahan. Pemerintah daerah terus berupaya mempercepat distribusi logistik agar seluruh bantuan segera tiba di lokasi terdampak.
“Kami bersama provinsi dan BNPB kini terus berkoordinasi untuk mendapatkan kesempatan penerbangan tambahan. Kita berharap slot pengangkutan dapat segera diperoleh sehingga bantuan yang masih tertahan tidak terlalu lama berada di Nunukan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT