NUNUKAN - Curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Krayan semakin memperparah kerusakan akses jalan. Dampaknya, tidak melumpuhkan aktivitas masyarakat di Kecamatan Krayan Selatan, tetapi juga menghambat distribusi barang.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, selama hujan mengguyur wilayahnya, kondisi jalan praktis tidak dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, distribusi barang dari luar daerah terhenti dan berbagai kebutuhan masyarakat sulit dipenuhi.
"Kalau masih hujan, jalan tidak bisa dilalui. Barang tidak bisa masuk, kami hanya bisa pasrah karena memang tidak ada alternatif lain," ucap Oktavianus Ramli, Senin (27/7).
Dijelaskan, sulitnya jalur darat juga berdampak pada pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Persediaan BBM sempat habis sehingga operasional PLN terganggu.
Disisi lain, pembangkit PLTD milik PLN juga mengalami kerusakan ringan pada mesin. Saat ini, pihak PLN berupaya menyalakan kembali pembangkit meski dengan kemampuan yang sangat terbatas. "Semoga malam ini bisa menyala, tetapi kemungkinan hanya sekitar empat jam," ungkapnya.
Selain itu, kesulitan akses darat juga tidak dapat sepenuhnya diatasi melalui transportasi udara. Kapasitas penerbangan menuju Krayan Selatan masih terbatas. Belum lagi, kondisi landasan bandara yang licin akibat hujan turut menjadi kendala operasional.
Situasi tersebut membuat masyarakat semakin bergantung pada cuaca dan ketersediaan penerbangan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. "Barang tidak bisa masuk, tidak ada alternatif lain. Pesawat terbatas juga penerbangan. Belum lagi kondisi bandara licin," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT