Lewat Jalur Udara, Distribusikan Empat Ton Logistik ke Lokasi Bencana Tanah Longsor di Krayan Selatan

Asrullah RT • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 16:51 WIB
PENGIRIMAN : Pengiriman bantuan logistik dari BNPB untuk masyarakat Krayan Selatan yang terdampak bencana menggunakan armada Maskapai MAF. 
PENGIRIMAN : Pengiriman bantuan logistik dari BNPB untuk masyarakat Krayan Selatan yang terdampak bencana menggunakan armada Maskapai MAF. 

NUNUKAN - Pengiriman bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Krayan Selatan dilaksanakan pada Jumat, (24/7). Pengiriman disaksikan langsung Wakil Bupati Nunukan Hermanus, bersama Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kolonel (Purn) Agus Marsanto.

Pengiriman bantuan logistik sebanyak empat ton dilakukan secara bertahap menuju Krayan Selatan menggunakan armada Maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF). Jalur udara dipilih karena akses darat dari Long Bawan, Krayan menuju Long Layu, Krayan Selatan hingga kini masih terputus akibat longsor yang menutup sejumlah titik jalan.

Tenaga Ahli Kepala BNPB, Kolonel (Purn) Agus Marsanto mengatakan, Pemerintah Pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap penanganan bencana di wilayah perbatasan. Untuk itu pihaknya hadir guna memastikan penanganan darurat berjalan sesuai ketentuan serta mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

"Yang paling penting bukan nilai bantuannya, tetapi bagaimana kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi darurat berlangsung. Negara harus hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan," ucap Agus Marsanto Jumat (24/7).

Dijelaskan, bantuan yang dikirim memiliki nilai sekitar Rp 200 juta dengan total berat lebih dari empat ton. Dengan rincian 400 paket sembako, 100 paket hygiene kit, dan 100 kaleng susu. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. 

"Total bantuan lebih dari empat ton, sedangkan kapasitas angkut setiap penerbangan hanya sekitar 600 kilogram. Karena itu distribusi dilakukan secara bertahap hingga seluruh bantuan tiba di lokasi," jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Nunukan memastikan seluruh warga terdampak akan tetap mendapatkan bantuan. Berdasarkan pendataan BPBD, jumlah masyarakat terdampak mencapai 460 kepala keluarga, sedangkan bantuan BNPB mencakup 400 paket.

Kepala BPBD Nunukan H. Asmar menyampaikan terkait ekurangan bantuan tersebut akan dipenuhi Pemkab Nunukan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) yang saat ini sedang dalam proses pencairan. Selain menyiapkan dukungan anggaran, Pemkab Nunukan bersama BPBD, Dinas Sosial, serta perangkat daerah terkait terus melakukan koordinasi untuk mempercepat distribusi logistik ke wilayah terdampak.

Di samping penyaluran bantuan logistik, pemerintah juga terus mengupayakan percepatan penanganan kerusakan infrastruktur jalan penghubung Long Bawan–Long Layu. "Pemkab Nunukan bersama Pemprov Kalimantan Utara terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Dalam Negeri, guna mempercepat pemulihan akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat di Krayan Selatan," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
nunukan bencana alam krayan tanah longsor