NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kejadian tanah longsor yang terjadi di Jalan Binusan RT 14, KM 2, Kecamatan Nunukan, pada Selasa (21/7) sekitar pukul 18.30 WITA. Longsor yang terjadi dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Nunukan dalam beberapa hari terakhir.
Tim Asesmen BPBD Kabupaten Nunukan, Fazwan menyampaikan usai menerima laporan, pihak langsung menuju lokasi untuk melakukan pendataan dan penilaian kondisi di lapangan. Longsor yang terjadi diakibatkan curah hujan tinggi. Sehingga, menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.
"Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kami mengimbau pemilik bangunan dan masyarakat sekitar agar tetap waspada, mengingat curah hujan masih cukup tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan," ujar Fazwan, Rabu (22/7).
Dijelaskan, berdasarkan kaji cepat, pendataan dampak, serta memastikan kondisi di sekitar area longsor tetap aman bagi masyarakat. Kemudian, hasil sementara menunjukkan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sedangkan nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.
"Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kejadian tersebut mengancam satu unit bangunan usaha peternakan ayam milik Hendrik yang menggunakan konstruksi rangka baja ringan (galvanis)," jelasnya.
Dijelaskan, untuk memaksimalkan asesmen di lapangan, tim juga didukung dengan empat unit sepeda motor operasional guna menunjang mobilitas serta komunikasi selama pelaksanaan asesmen di lapangan. "Untuk penanganan awal melibatkan empat personel BPBD Nunukan bersama satu personel perangkat Desa Binusan," sebutnya.
Kemudian, BPBD Nunukan mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan lereng maupun daerah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan pada tanah maupun bangunan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pemerintah setempat atau BPBD agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
"BPBD Kabupaten Nunukan akan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi bencana susulan," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT