NUNUKAN - Pertumbuhan jumlah kendaraan baru di Nunukan dinilai mengalami penyusutan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini diduga akibat melemahnya saya beli masyarakat walaupun harga komoditas seperti rumput laut dan kelapa sawit mengalami kenaikan.
Berdasarkan data UPTD Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kelas A Wilayah Nunukan pertumbuhan kendaraan baru sepanjang 2026 mengalami perlambatan dibandingkan 2025. Dimana, jumlah kendaraan yang terdaftar mencapai 60.984 unit pada 2024 dan meningkat menjadi 66.549 unit pada 2025. Namun, hingga 13 Juli 2026, penambahan kendaraan baru baru mencapai sekitar 13.700 unit.
Kepala UPTD Bapenda Kelas A Wilayah Nunukan, Samsul mengatakan, kondisi tersebut diduga dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat. Walaupun, harga komoditas seperti kelapa sawit dan rumput laut mulai membaik.
"Masyarakat kini lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran keluarga. Melihat kondisi saat ini, masyarakat tampaknya lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan membeli kendaraan baru," ujarnya, Senin (20/7).
Dijelaskan, sebagai daerah perbatasan, Nunukan memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda. Sebagian kebutuhan masyarakat masih dipasok dari Malaysia. Sehingga perubahan nilai tukar rupiah terhadap ringgit serta kenaikan harga barang turut memengaruhi kemampuan belanja masyarakat.
Di sisi lain, sebagian warga memilih mempertahankan kendaraan yang dimiliki atau beralih ke kendaraan bekas yang dinilai lebih ekonomis. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran perubahan pola konsumsi masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Untuk itu, UPTD Bapenda juga mengingatkan bahwa kendaraan yang beroperasi di Nunukan namun masih menggunakan pelat luar daerah belum tercatat sebagai objek pajak daerah. Karena itu, pemilik kendaraan yang telah menetap di Nunukan diimbau melakukan mutasi kendaraan agar kontribusi pajaknya dapat mendukung pembangunan daerah.
"Pemerintah terus berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin mudah bagi masyarakat sekaligus menjaga penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor, upaya tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya kembali daya beli masyarakat. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT