NUNUKAN – Langkah memperkuat wilayah perbatasan terus dilakukan Pemerintah Pusat. Itu dibuktikan melalui peninjauan lokasi rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Seimanggaris pada, Selasa (21/7).
Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Dr Nurdin mengatakan, pihaknya bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait berkunjung langsung ke titik perencanaan PLBN Seimanggaris yang berbatasan langsung dengan Serudong, Sabah, Malaysia.
Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Pusat dalam memastikan kesiapan daerah pembangunan PLBN. Sebab, pembangunan PLBN tidak semata-mata menghadirkan fasilitas pemeriksaan lintas negara, tetapi juga merupakan bentuk nyata kehadiran negara memberikan pelayanan, memperkuat kedaulatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"PLBN bukan hanya simbol batas wilayah negara, tetapi menjadi instrumen untuk menghadirkan negara di tengah masyarakat perbatasan. Melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, kita ingin membuka akses, memperkuat pelayanan publik, sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," ucap Dr Nurdin.
Dijelaskan, wilayah perbatasan memiliki potensi besar untuk berkembang jika didukung dengan infrastruktur yang memadai dan memiliki konektivitas yang terintegrasi dengan berbagai sektor. Seperti, perdagangan, logistik, hingga pelayanan lintas batas.
Sehingga, pemerintah terus melakukan percepatan berbagai tahapan agar pembangunan PLBN di sejumlah wilayah strategis. "Pembangunan perbatasan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Ketika akses terbuka, aktivitas ekonomi akan tumbuh, investasi masuk, dan masyarakat akan memperoleh manfaat secara langsung," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan, Robby Nahak Serang, menegaskan peninjauan lapangan merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan lokasi. Sekaligus menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah terhadap pengembangan wilayah perbatasan.
Baginya, kehadiran PLBN Seimanggaris kedepannya mampu mendorong percepatan pembangunan wilayah utara Kabupaten Nunukan yang selama ini memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia.
"PLBN Seimanggaris diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu menggerakkan perdagangan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan," bebernya.
Dan, Pemkab Nunukan terus mendukung percepatan pembangunan PLBN melalui penyediaan data, koordinasi lintas instansi, hingga sinkronisasi program pembangunan daerah dengan kebijakan Pemerintah Pusat.
Melalui peninjauan, pemerintah berharap proses perencanaan pembangunan PLBN Seimanggaris dapat berjalan sesuai tahapan. Sehingga, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Nunukan tidak hanya berfungsi sebagai wilayah penjagaan kedaulatan negara. Tetapi juga menjadi daerah strategis pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan hadirnya PLBN, masyarakat perbatasan akan semakin merasakan manfaat pembangunan. Aktivitas ekonomi menjadi lebih hidup, akses terhadap pelayanan pemerintah semakin mudah, dan kawasan perbatasan dapat berkembang menjadi beranda depan Indonesia yang maju dan berdaya saing," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT