BNPP RI Tinjau Kawasan Perbatasan Nunukan, Dorong Percepatan Pembangunan dan Ekonomi

Asrullah RT • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:44 WIB
PENGECEKAN : BNPP bersama perwakilan kementerian dan lembaga saat melihat kesiapan  lokasi rencana pembangunan PLBN. 
PENGECEKAN : BNPP bersama perwakilan kementerian dan lembaga saat melihat kesiapan  lokasi rencana pembangunan PLBN. 

NUNUKAN - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI kembali menyambangi Kabupaten Nunukan sebagai wujud komitmen mempercepat pembangunan kawasan perbatasan. Kunjungan kali ini dipimpin langsung Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Dr. Nurdin, bersama jajaran Asisten Deputi serta perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga.

Adapun lokasi yang disambangi yakni lokasi rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Midang di Kecamatan Krayan dan PLBN Serudong di Seimanggaris. Ini dilakukan untuk memastikan kesiapan rencana pembangunan dua PLBN tersebut.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan, Robby Nahak Serang mengatakan, dua lokasi rencana pembangunan PLBN ini dinilai memiliki peran strategis. Sebab, tidak hanya sebagai pintu keluar-masuk orang dan barang. Ttapi juga sebagai simpul pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Kehadiran Deputi BNPP RI bersama tim lintas kementerian merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur perbatasan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat," ucap Robby Nahak Serang, Senin (20/7). 

Dijelaskan, melalui kunjungan ini, Pemerintah Pusat ingin memastikan seluruh aspek kesiapan pembangunan PLBN Long Midang dan PLBN Serudong. Seperti, kesiapan lahan, dukungan pemerintah daerah, hingga sinkronisasi program antar kementerian dan lembaga. 

Menurutnya, pembangunan PLBN tidak boleh dipandang semata-mata sebagai proyek pembangunan fisik atau fasilitas pemeriksaan lintas negara. Baginya, PLBN menjadi instrumen negara dalam memperkuat kedaulatan, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Apalagi, Kabupaten Nunukan memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah dan Sarawak, Malaysia. Selama ini aktivitas perdagangan, mobilitas masyarakat, hingga hubungan sosial budaya telah berlangsung cukup intens.

"Pembangunan PLBN merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Selain memperkuat fungsi pengawasan dan pelayanan lintas batas, keberadaannya akan membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat perbatasan," bebernya.

Ia mencontohkan, PLBN Long Midang akan menjadi pintu penghubung utama wilayah Krayan dengan wilayah Ba' Kelalan, Malaysia. Selama ini masyarakat di masih menghadapi berbagai keterbatasan akses transportasi maupun distribusi logistik yang berdampak terhadap tingginya biaya hidup.

Hadirnya PLBN, diharapkan arus barang dan jasa dapat berlangsung lebih efisien sehingga mampu menekan biaya distribusi, memperlancar perdagangan legal, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal, termasuk hasil pertanian, peternakan, dan komoditas unggulan masyarakat perbatasan.

Kemudian, pembangunan PLBN Serudong diproyeksikan menjadi pintu gerbang baru perdagangan lintas batas yang akan memperkuat konektivitas antara Indonesia dan Malaysia. Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi besar karena berada pada jalur aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini cukup tinggi.

"PLBN tidak lagi hanya berfungsi sebagai gerbang pemeriksaan, tetapi juga menjadi koridor konektivitas yang menghubungkan aktivitas perdagangan, investasi, pariwisata, hingga pengembangan kawasan ekonomi baru. Inilah yang sedang didorong pemerintah melalui BNPP," harapnya.

Dan Pemkab Nunukan menyatakan kesiapannya mendukung seluruh tahapan pembangunan yang menjadi kewenangan daerah. Sinergi antara Pemerintah Pusat, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci keberhasilan percepatan pembangunan kawasan perbatasan.

"Kami berharap pembangunan PLBN Long Midang dan PLBN Serudong dapat segera terealisasi. Kehadirannya akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan negara sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
perbatasan BNPP RI ekonomi